Dark/Light Mode

Pesan Erick Untuk TikTok-PT Pos: Jangan Lelah Dampingi Content Creator Dan UMKM

Rabu, 10 Juli 2024 16:48 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kolaborasi TikTok Indonesia dan PT Pos Indonesia, dalam menghadirkan TikTok | Pos Aja! Creator House di Kantor Pos Kota Tua, Jakarta. (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kolaborasi TikTok Indonesia dan PT Pos Indonesia, dalam menghadirkan TikTok | Pos Aja! Creator House di Kantor Pos Kota Tua, Jakarta. (Foto: Humas BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi kolaborasi TikTok Indonesia dan PT Pos Indonesia, dalam menghadirkan TikTok | Pos Aja! Creator House di Kantor Pos Kota Tua, Jakarta.

TikTok | Pos Aja! Creator House merupakan sebuah wadah kreatif yang didedikasikan untuk komunitas kreator, publisher, masyarakat dan juga etalase bagi produk UMKM.

"Saya mengapresiasi kerja sama antara PT Pos Indonesia dengan TikTok. Saya selalu bilang Pos Indonesia punya sejarah besar, gedung-gedung bersejarah. Tetapi, jangan juga di era perubahan yang terjadi, tidak melahirkan sejarah baru lagi," ujar Erick dalam keterangannya, Rabu (10/7/2024).

Erick juga mendorong TikTok meningkatkan investasinya di Indonesia. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga : Dubes RI Untuk Inggris Desra Percaya Carbo Loading Bareng Pelari London Marathon

"Saya harap, Tiktok jangan jadi stranger untuk Indonesia. Kalau Tiktok bilang ada di Vietnam dan Bangkok, di Indonesia harus lebih, karena Indonesia bukan Vietnam dan Bangkok," tutur Erick.

Dia pun mengungkap pertemuan dengan pimpinan perusahaan besar dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Amerika Serikat (AS) belum lama ini.

Menurutnya, perusahaan besar itu sangat percaya dengan potensi Indonesia, untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar dunia pada masa depan.

"TikTok harus percaya dan berani investasi lebih dari negara lain. Tolong sampaikan ke bos-bos Tiktok, saya sudah pernah ketemu semua. Jangan jadi stranger, karena potensi ekonomi Indonesia jauh lebih besar dari yang lain. Jadi, kalau yang lain kasih satu, Indonesia harus empat," beber Erick.

Baca juga : Pesan Lebaran Pj Heru: Jadikan Momen Idul Fitri Pererat Persaudaraan

Erick memaparkan, potensi ekonomi digital Indonesia pada 2030, dapat mencapai Rp 4.500 triliun. Pada tahun yang sama, Erick menyebut, proyeksi PDB per kapita Indonesia berpotensi melesat hingga 10 ribu dolar AS.

"Hari ini, kita sudah terbesar di Asia Tenggara. Tahun 2029, mungkin top 15 di dunia, dan 2045 masuk lima besar dunia," ujar Erick.

Erick sangat mengapresiasi kerja sama TikTok dan PT Pos Indonesia dalam menyediakan sebuah wadah kreatif yang didedikasikan untuk komunitas kreator, publisher, pemerintah, serta masyarakat.

Kolaborasi ini merupakan langkah inovatif, dalam mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia.

Baca juga : Sukidi PhD: Jangan Lelah Cintai, Rawat, Majukan Indonesia

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan TikTok dan Pos Indonesia hari ini. Pesan saya, jangan lelah mendampingi para content creator dan UMKM untuk terus berkembang," kata Erick.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.