Dark/Light Mode

Kemdiktisaintek Perkuat Produksi Sirup Pala di Lampung Selatan

Kamis, 8 Oktober 2026 20:32 WIB
Produk dan mesin pengolah sirup pala. (Foto: KUPS Pala Mandiri Berjaya)
Produk dan mesin pengolah sirup pala. (Foto: KUPS Pala Mandiri Berjaya)

Botol sirup pala yang menggelembung setelah dikemas menjadi salah satu persoalan yang dihadapi KUPS Pala Mandiri Berjaya di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi tampilan produk, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan di dalam botol hingga menyebabkan rembesan dan kerusakan pada tutup kemasan.

Persoalan itu kini mulai diatasi melalui penerapan teknologi filtrasi, UV-C, dan mesin filling dalam program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PkM) Unila. Tim PkM Unila, yang dipimpin oleh saya, M Dyan Susila, menerapkan tiga teknologi utama untuk memperbaiki alur produksi sirup pala di kelompok tersebut. Ketiganya meliputi mesin filtrasi, sistem UV-C untuk membantu pengendalian mikroorganisme, serta mesin filling semiotomatis.

Penerapan teknologi dilakukan dalam satu rangkaian proses produksi. Sirup pala terlebih dahulu melewati proses filtrasi untuk membantu memisahkan partikel dan residu. Produk kemudian mendapatkan perlakuan UV-C sebagai bagian dari pengendalian mutu sebelum masuk ke tahap pengisian menggunakan mesin filling.

Baca juga : Dasco: Perpres Ojol Dirilis Hari Ini, Kementerian UMKM Jadi Pengampu

Sebelum program diterapkan, sebagian proses produksi masih dilakukan secara manual. Penyaringan dilakukan dengan peralatan sederhana, sedangkan pengisian produk ke dalam botol juga belum menggunakan mesin. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang kemudian dibenahi melalui pendampingan dan penerapan teknologi.

Perubahan mulai terlihat setelah teknologi diterapkan. Dalam pengamatan tim selama proses produksi dan penyimpanan, gelembung yang sebelumnya terlihat pada produk tidak lagi tampak secara visual setelah melalui rangkaian filtrasi dan perlakuan UV-C. Beberapa persoalan yang sebelumnya muncul pada kemasan, seperti rembesan dan gangguan pada tutup botol, juga menjadi bagian yang dievaluasi dalam proses perbaikan produksi.

Penerapan teknologi tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan peralatan baru, tetapi juga membangun kemampuan kelompok agar dapat mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi secara mandiri. Karena itu, anggota KUPS Pala Mandiri Berjaya dilibatkan dalam uji coba, pengoperasian mesin, evaluasi proses, hingga penyusunan prosedur operasi standar atau SOP.

Baca juga : Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Tumbuh Bersama linkumkm by BRI

Pendekatan tersebut diharapkan membuat teknologi yang diterapkan tidak berhenti pada tahap penyerahan alat. Kelompok mitra juga didorong memahami fungsi setiap tahapan produksi sehingga proses dapat dijalankan secara lebih teratur dan konsisten.

Bagi pengembangan produk pala di Lampung Selatan, perbaikan proses produksi menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Sirup pala yang diproduksi melalui proses yang lebih terkontrol diharapkan dapat memiliki kualitas yang lebih konsisten sekaligus memperkuat kapasitas kelompok dalam mengembangkan usaha.

Melalui program ini, Unila tidak hanya membawa teknologi ke tengah masyarakat, tetapi juga mendampingi kelompok mitra agar teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan. Penerapan filtrasi, UV-C, dan filling menjadi langkah awal untuk mendorong produksi sirup pala yang lebih higienis, terkontrol, dan konsisten di tingkat kelompok masyarakat Lampung Selatan.

M Dyan Susila
M Dyan Susila
Dosen Teknik UNILA

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.