Dark/Light Mode

Menteri Uno Dukung Pembangunan Homestay Untuk Genjot Wisata Mandalika

Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB
Menparekraf, Sandiaga Uno saat meninjau pembangunan bedah rumah warga menjadi homestay yang dilakukan PUPR di Lombok, NTB.
Menparekraf, Sandiaga Uno saat meninjau pembangunan bedah rumah warga menjadi homestay yang dilakukan PUPR di Lombok, NTB.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno memberikan apresiasi terhadap kinerja Kementerian PUPR yang telah mendesain rumah warga menjadi homestay yang sederhana menjadi mewah serta memiliki nuansa tradisional di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) . 

Uno optimis, Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi di sektor pariwisata di masa pandemi Corona, khususnya di Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika, Lombok.

“Konsep penginapan ini sangat baik karena dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dengan harga sewa yang terjangkau. Ini merupakan wujud nyata pembangunan infrastruktur yang berkeadilan karena masyarakat bersama Pemerintah membangun rumah swadaya yang baik dan dapat menjadi tempat usaha bagi warga lokal,” terangnya.

Baca Juga : Son Takjub Dengan Gaya Melatih Mourinho

Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, KM Arsyad mengatakan, PUPR telah menyelesaikan sebanyak 915 rumah tidak layak huni untuk mendukung ajang MotoGP serta dapat digunakan sebagai homestay untuk menunjang pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Kami telah menyelesaikan 915 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah yang layak huni melalui Program Sarhunta guna mendukung ajang MotoGP di NTB," ujar KM Arsyad dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/1).

Arsyad menerangkan, dari 915 rumah yang dibedah, sebanyak 817 unit dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah. Adapun lokasi bedah rumah dilaksanakan di sepanjang koridor masuk Kawasan Mandalika sebanyak 517 dan sekitar 300 unit rumah lainnya dibedah  untuk rumah singgah dan homestay serta usaha lainnya guna mendukung pariwisata. Sedangkan sisanya sebanyak 98 unit dibangun di Kabupaten Lombok Utara. 

Baca Juga : Marquez, Ngebut Pemulihan Demi Seri Pembuka MotoGP 2021

"Total anggaran pelaksanaan Program Sarhunta untuk 915 unit rumah sekitar Rp 62,22 miliar," terangnya.

Lebih lanjut, Arsyad menjelaskan, 300 rumah yang akan dijadikan homestay tersebar di beberapa lokasi antara lain Kute, Grupuk, Sukadana dan Selong Balanak. 

Sisanya  sebanyak 98 tersebar di Kabupaten Lombok Utara dan Tiga Gili Tramena yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Baca Juga : Awas, Limbah Eks Pasien Covid Picu Masalah Baru

Arsyad  berharap kepada Pemerintah Daerah dan para penerima bantuan bedah rumah serta homestay dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR untuk dapat menjaga, mengelola dan memanfaatkan rumah tersebut dengan baik. [FIK]