Dark/Light Mode

PUPR Ubah Wajah Labuan Bajo Jadi Wisata Berkelas Internasional

Kamis, 14 Oktober 2021 01:41 WIB
Kawasan wisata  Labuan Bajo terus dipermak untuk pemulihan ekonomi
Kawasan wisata Labuan Bajo terus dipermak untuk pemulihan ekonomi

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, penataan Marina selesai pertengahan November 2021.

Penataan ini untuk mengubah wajah kawasan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata berskala internasional yang lebih aman, nyaman dan berkualitas. 

Salah satu kawasan yang ditata adalah Kawasan Waterfront Pantai Marina-Bukit Pramuka yang terbagi menjadi lima zona. Zona 1 Bukit Pramuka, Zona 2 Kampung Air, Zona 3 Dermaga, Zona 4 kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), Zona 5 Kampung Ujung.

Berita Terkait : Wagub Uu Ajak Warga Aktif Kembangkan Potensi Wisata Daerah

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menargetkan, penataan kawasan ini selesai pada pertengahan November 2021. 

“Saya minta tanggal 15 November Penataan Kawasan Waterfront Pantai Marina - Bukit Pramuka ini selesai. Saya harap untuk bisa dijaga kerapihan hasil pekerjaannya,” kata Menteri Basuki, Rabu (13/10).

Saat ini, progres pekerjaan Penataan Kawasan Waterfront Pantai Marina - Bukit Pramuka Zona 1-2 mencapai progres 95,1 persen yang dikerjakan oleh PT. Wika Gedung dan progres Zona 3-5 mencapai 56,18 persen yang dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya.

Berita Terkait : Aspeksindo Niat Go International

Basuki menekankan, pentingnya penghijauan di kawasan ini. “Saya minta untuk ditambah lagi tanaman di sini. Tidak perlu ditata secara simetris, di mana ada tempat di situ bisa diberi tanaman. Kita bisa tanam kelapa di sini, nanti kalau ada yang haus bisa petik buahnya,” tambah Basuki.

Di samping itu, Menteri PUPR juga meninjau penaataan kawasan Puncak Waringin, Goa Batu Cermin dan jalan kawasan pariwisata Waecicu. 

Turut hadir Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Wahyu Kusumosusanto, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Agus Sosiawan, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Agustinus Junianto, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT Herman Tobo, Direktur Utama PT Brantas Abipraya Sugeng Rochadi dan Arsitek Yori Antar. [MFA]