Dark/Light Mode

Tiga Pernyataan Jokowi Di Forum D8, Demi Kemenangan Lawan Pandemi

Kamis, 8 April 2021 20:59 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto RM.id/Kemlu)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto RM.id/Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga hal utama saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-10 Developing Eight (D8), melalui telekonferensi dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/4/2021). Hal tersebut dapat membuat ekonomi global kembali bangkit setelah diterjang pandemi.

D8 adalah organisasi kerja sama pembangunan ekonomi dengan anggota yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. D8 bertujuan untuk meningkatkan posisi negara anggota dalam ekonomi global, mendiversifikasi dan menciptakan peluang baru dalam hubungan perdagangan, meningkatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat internasional, dan meningkatkan standar hidup.

"Presiden mengharapkan negara-negara D8 dapat menjadi bagian penting agar dunia dapat segera keluar dari pandemi. Presiden menegaskan tiga hal utama negara-negara D8 dapat berkontribusi," ujar Retno.

Berita Terkait : Ajari Anak-anak Disiplin Prokes Dari Sekarang Ya

1. Negara-negara D8 harus dapat mendorong akses keadilan terhadap vaksin. Ketersediaan dan keterjangkauan vaksin adalah kunci keluar dari krisis. Presiden mengajak pimpinan negara-negara D8 menolak nasionalisme vaksin dan mendorong vaksin multilateral.

"Ditegaskan Presiden bahwa vaksin Covid-19 adalah barang publik global, oleh sebab itu dunia perlu bersatu memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua," jelas Menlu.

Menurut Menlu, Presiden menegaskan negara-negara D8 dapat menawarkan kapasitas produksi yang dimilikinya untuk meningkatkan produksi serta mendorong akses yang sama terhadap vaksin dan mendorong transfer teknologi.

Berita Terkait : Pandemi Belum Berakhir, Jokowi Ingatkan Bupati Tetap Waspada dan Jangan Lengah

"Beberapa negara D8 termasuk Indonesia tengah mengembangkan vaksin mandiri, atau vaksin Merah Putih. D8 harus membuka kerja sama pengembangan dan produksi vaksin ke depan," ujarnya.

2. Negara-negara D8 harus berkontribusi dalam pemulihan ekonomi global. Dengan potensi perdagangan antarnegara anggota yang melebihi 1,5 triliun dolar AS, negara-negara D8 dapat berkontribusi besar dalam pemulihan ekonomi global.

"Presiden mendorong fasilitasi perdagangan intranegara D8 dan meminta hambatan perdagangan diminimalkan. Intensifikasi intraperdagangan antarnegara D8 juga perlu terus didorong," tutur mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu.

Berita Terkait : Buka Temu Nasional Relawan Jokowi, Presiden Ajak Gotong Royong Lawan Pandemi

3. Negara-negara D8 harus mengembangkan teknologi digital. Presiden menekankan digitalisasi, artificial intelligence, computing power, big data dan data analytic telah melahirkan terobosan-terobosan baru.

Menurut Presiden, sektor-sektor tersebut merupakan ekonomi masa depan. Negara-negara D8 harus memanfaatkan teknologi tersebut untuk menyejahterakan rakyat. Selain itu, negara-negara D8 memiliki potensi besar dan demografi penduduk muda 323 juta orang atau 27,3 persen. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan penduduk muda negara-negara G7 yang sebesar 135 juta orang atau 17,3 persen dari total populasi.

Menurut Menlu, Presiden juga menyampaikan investasi kaum muda adalah investasi masa depan. Presiden menggarisbawahi agar investasi dapat terus ditumbuhkan. Selain itu, industri start-up harus terus didorong dan negara-negara D8 sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dapat terus mengembangkan industri syariah.[MEL]