Dark/Light Mode

Pertama Di Dunia, Indonesia-Ethiopia Student Correspondence Program (IESCOP) 2021

Kamis, 8 April 2021 23:31 WIB
Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur saat meluncurkan Indonesia-Ethiopia Student Correspondence Program (IESCOP) 2021 di KBRI Addis Ababa, Ethiopia, Kamis (8/4). (Foto: Ist)
Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur saat meluncurkan Indonesia-Ethiopia Student Correspondence Program (IESCOP) 2021 di KBRI Addis Ababa, Ethiopia, Kamis (8/4). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia-Ethiopia Student Correspondence Program (IESCOP) 2021, diluncurkan secara resmi oleh Dirjen Asia Pasifik, Kementerian Luar Negeri Ethiopia, Molalign Asfaw dan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, di KBRI Addis Ababa, Ethiopia, Kamis (8/4) siang.

Peluncuran ini dihadiri oleh pelajar, guru, Indonesia-Ethiopia Youth Association dan Ethiopian Youth Federation.

"Program yang dilakukan secara virtual dan dilanjutkan dengan koresponden ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan. Tidak hanya antara Indonesia dan Ethiopia, bahkan juga di dunia yang melibatkan pelajar Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Pertama," kata Dirjen Molalign dan Duta Besar Al Busyra Basnur dalam sambutan pembukaan dan peluncuran.

Baca Juga : Antisipasi Pemudik Nekat, Polda Metro Jaya Siapkan 8 Titik Penyekatan

Peserta IESCOP 2021 berjumlah 71 pelajar. Masing-masing 49 dari Indonesia dan 22 dari Ethiopia. Dari Indonesia, peserta berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Mengingat pelajar berusia di bawah 18 tahun, peserta didampingi oleh guru dan atau orang tua masing-masing saat melakukan komunikasi. 

IESCOP 2021 digagas oleh KBRI Addis Ababa bekerjasama dengan Wisdom Education Academy Adama, lembaga pendidikan dan orang tua murid SD dan SLTP di Ethiopia dan Indonesia.

Baca Juga : Mukernas PKB Digoyang KLB, Pengamat: Muhaimin Masih Powerful

Program ini, kata Dubes Al Busyra, bertujuan antara lain untuk membangun persahabatan, pengertian dan pemahaman antar pelajar dari bangsa yang berbeda, sejak mereka berusia dini melalui virtual meeting dan korespondensi.

"Generasi muda harus didorong dan disediakan fasilitas dan media untuk melakukan global networking, karena ke depan global networking akan menjadi salah satu kunci sukses anak-anak kita di dalam karir mereka serta sangat penting dalam diplomasi Indonesia," tambah Al Busyra Basnur.

Diketahui, IESCOP 2021 menyelenggarakan virtual meeting secara berkala di bawah koordinasi KBRI Addis Ababa, dilanjutkan dengan korespondensi antar pelajar didampingi oleh guru dan orang tua masing-masing. Untuk satu tahun pertama, KBRI Addis Ababa menargetkan minimal 1.500 peserta aktif. [FAQ]