Dark/Light Mode

Korban Jiwa Tembus 250 Ribu Per Hari, India Belum Capai Puncak

Rabu, 12 Mei 2021 23:50 WIB
Pria menangis karena anggota keluarganya dinyatakan meninggal karena Covid-19 di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur,  New Delhi, India, 23 April 2021. (Foto Reuters)
Pria menangis karena anggota keluarganya dinyatakan meninggal karena Covid-19 di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, New Delhi, India, 23 April 2021. (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - India pada Rabu (12/5/2021) mencatat rekor kematian harian Covid-19 menembus seperempat juta (250 ribu). Namun India belum mencapai puncaknya.

Data Kementerian Kesehatan mencatat penambahan 4.205 kematian dan 348.421 infeksi Covid-19, dengan keseluruhan jumlah kasus mencapai 23 juta lebih. Kendati demikian, para ahli percaya jumlah resmi kematian serta kasus positif yang sebenarnya bisa 5-10 kali lipat lebih banyak.

Berita Terkait : Ada Tujuh Mutasi Covid-19 di RI, D614G Paling Banyak

"Kurva infeksi Covid-19 India kemungkinan menunjukkan tanda-tanda awal mendatar, namun penurunan jumlah infeksi baru sepertinya akan lamban," kata ahli virus senior India, Shahid Jameel. 

"Terlalu cepat untuk mengatakan apakah kami telah mencapai puncak," katanya seperti dikutip surat kabar Indian Express. Jameel mencatat, terdapat sejumlah indikasi kasus mereda. Namun menurutnya, kasus mendatar itu di angka 400 ribu per hari.

Berita Terkait : Lawan Covid-19, Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

Rumah sakit, staf medis, kamar mayat dan krematorium di India kewalahan. Obat dan oksigen medis juga mengalami kelangkaan. Gelombang kedua Covid-19 yang mengganas telah menyebar dari kota besar ke kota-kota kecil dan perdesaan.

Dilansir Reuters, India, yang berpenduduk 1,4 miliar jiwa, saat ini menyumbang 1 dari 3 kematian Covid-19 di seluruh dunia. Dalam laporan yang dipublikasi pada Rabu (12/5/2021), Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, varian B1617 yang pertama kali muncul di India terdeteksi di sedikitnya 44 negara hingga saat ini.

Berita Terkait : Khawatir Ekonomi Jeblok, PM India Ogah Lockdown

Lembaga kesehatan global itu mengklasifikasi B1617 sebagai "varian yang menjadi perhatian", yang mengharuskan analisis serta pelacakan yang ketat.

Gelombang kedua pandemi India memicu lebih banyak negara bagian untuk memberlakukan pembatasan, yang membuat dunia usaha dan perekonomian semakin babak belur.[MEL]