Dark/Light Mode

Izin Ke Bini Mau Lembur, Malah Jadi Korban Covid Di Klaster Karaoke Singapura

Selasa, 20 Juli 2021 10:43 WIB
Tempat hiburan malam seperti bar dan karoke lounge di Singapura. (Foto: BBC)
Tempat hiburan malam seperti bar dan karoke lounge di Singapura. (Foto: BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Klaster baru Covid-19 di Singapura muncul di sebuah tempat karaoke atau KTV Lounge sejak Rabu (14/7) lalu. Ratusan kasus bertambah dari klaster anyar ini dalam waktu kurang dari sepekan.

Kementerian Kesehatan Singapura berusaha men-tracing orang-orang yang mengunjungi karaoke tersebut. Sayangnya, ini malapetaka bagi salah satu pria yang mendatangi tempat hiburan yang jadi klaster baru penyebaran Corona ini.

Pernikahannya terancam. Pasalnya, pria ini mengaku pada istrinya lembur di kantor. Sang pria kini lagi bingung mencari cara yang tepat untuk memberi tahu istrinya.

Berita Terkait : Celaka, Kalau Pahlawan Corona Mundur Dari Medan Pertempuran

Dikutip dari media lokal Singapura, pria yang tak disebutkan namanya tersebut mendatangi Supreme KTV Lounge pada tanggal 7 Juli malam. Namun pria ini mengaku pada istrinya hendak lembur.

Tak dinyana, Supreme KTV Lounge ini menjadi klaster baru Corona di Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura meminta semua pengunjung dites swab dan mengirimkan pesan singkat kepada para pengunjung, termasuk ke pria tersebut. Sang pria pun panik. "Bagaimana saya memberi tahu istri saya. Saya bilang saya lagi lembur," ujar pria ini menjawab pesan dari Kementerian Kesehatan.

Pesan Kementerian Kesehatan juga berisi imbauan agar pria ini memantau kesehatan dan menghindari berinteraksi dengan orang lain selama 14 hari.

Berita Terkait : Prabowo Libatkan Tiga Matra

Postingan jawaban si pria ini viral di media sosial. Sejumlah netizen menyarankan pria tersebut untuk jujur kepada istrinya. Sebagian yang lain meminta Kementerian Kesehatan Singapura menjaga kerahasiaan identitas pria tersebut demi keberlangsungan pernikahan pasangan ini.

Diketahui, kasus di klaster karaoke ini bertambah hingga mencapai 148 orang hanya dalam waktu kurang dari sepekan. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung memaparkan, hingga Jumat (16/7), sebanyak 2.480 orang telah dikarantina karena diidentifikasi sebagai kontak erat dari orang-orang yang terinfeksi di tempat karaoke itu.

Polisi Singapura juga telah menangkap 20 wanita warga negara Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang diduga melakukan aktivitas di karaoke yang dikenal plus-plus ini.

Berita Terkait : Ratusan Personel Polisi Jaga Rumah Duka Mendiang Bupati Bekasi

Kementerian Kesehatan Singapura terus berusaha menemukan orang-orang yang terkait dengan klaster anyar ini. Namun, ada kekhawatiran pelanggan takut melapor karena masalah privasi. Kementerian Kesehatan Singapura pun mengimbau tamu yang berinteraksi dengan hostess mau diuji dan berjanji privasi mereka bakal dilindungi.

Dilansir BBC, imbas pandemi Covid-19, bar dan klub malam wajib tutup di Singapura selama setahun lebih. Beberapa KTV Lounge masih diizinkan beroperasi. Namun hanya gerai makanan dan minuman. Dilarang menyediakan layanan plus-plus atau perjudian. [FAQ]