Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Pencucian Uang Hasil Korupsi

Eks Pejabat Pajak Borong 103 Tanah Rp 51 Miliar

Rabu, 25 Januari 2023 07:30 WIB
Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji tiba untuk menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2023). Angin Prayitno Aji didakwa menerima gratifikasi senilai Rp29,5 miliar dan tindak pidana pencucian uang. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww).
Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji tiba untuk menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2023). Angin Prayitno Aji didakwa menerima gratifikasi senilai Rp29,5 miliar dan tindak pidana pencucian uang. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww).

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji diduga membeli ratusan bidang tanah menggunakan duit hasil korupsi. Transaksinya mencapai Rp 51 miliar.

Sebanyak 103 bidang tanah itu tersebar di berbagai daerah. Dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta. Hal itu tertuang dalam surat dakwaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilaku­kan Angin.

“Seluruh transaksi pembelian aset dan kepemilikan atas tanah,bangunan dan kendaraan di atas, tidak pernah dilaporkan ke dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN),” Jaksa KPK membacakan dak­waan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Pembangunan Gedung DPRD Morowali Utara, KPK Sita Uang Rp 8 Miliar

Untuk pembelian tanah itu, Angin menggunakan iden­titas kenalannya bernama H Fatoni dankeluarganya. Mulai dari anak, menantu, adik ipar hinggaponakannya. Yakni Sulton, Joko Murtala, Luqman, dan Risky Saputra.

Angin juga disebut jaksa menggunakan nama kenalan lain­nya, bernama Ragil Jumedi danadik tirinya bernama Agung Budi Wibowo untuk membeli tanah.

Jaksa mendakwa pembelian menggunakan identitas orang lain itu bertujuan menyembu­nyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.

Berita Terkait : Samsung Innovation Campus Hasilkan Solusi Kandang Untuk Peternak Berteknologi IoT

Sebab, menurut jaksa, Angin menyadari bahwa uang tersebut merupakan hasil dari tindak pi­dana korupsi berkaitan dengan penerimaan suap dan gratifikasi dari para wajib pajak yang di­periksanya.

“Sehingga untuk menyembu­nyikan atau menyamarkan asal-usulnya, maka harta kekayaan tersebut ditempatkan, ditrans­ferkan, ditukarkan atau diubah bentuk, dibelanjakan atau diba­yarkan atas nama pihak-pihak lain,” kata jaksa.

Jaksa merinci, Angin mem­beli 3 bidang tanah di Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan dengan harga Rp 1.656.000.000 menggunakan nama Fatoni.

Berita Terkait : Kasus Pemalsuan Dokumen, Eks Kakanwil BPN Jaktim Divonis 3,5 Tahun Penjara

Kemudian, pada tahun 2016 Angin kembali menggunakan nama Fatoni untuk membeli 2 bidang tanah beserta bangunan di Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Bandung se­harga Rp4.050.000.000.

Angin juga membeli 4 bi­dang tanah beserta bangunan di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Totalnya Rp 7.350.000.000.
 Selanjutnya