Dark/Light Mode

9 Kecamatan Di Probolinggo Dan 5 Di Lumajang Dilanda Hujan Abu Vulkanik Gunung Semeru

Minggu, 17 Januari 2021 13:11 WIB
Letusan Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas guguran sejauh 4 kilometer, Sabtu (17/1) pukul 17.24 WIB. (Foto: Antara).
Letusan Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas guguran sejauh 4 kilometer, Sabtu (17/1) pukul 17.24 WIB. (Foto: Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (16/1), dari sore hingga malam hari. Sembilan kecamatan yang sempat diguyur hujan abu vulkanik selama beberapa jam itu yakni Kuripan, Bantaran, Leces, Tegalsiwalan, Dringu, Banyuanyar, Sumberasih, Wonomerto, dan Sumber.

"Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu pukul 17.24 WIB mengakibatkan hujan abu vulkanik di beberapa wilayah Kabupaten Probolinggo pada pukul 17.40 WIB-21.08 WIB," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi, Minggu (17/1), seperti dikutip Antara.

Untuk hari ini, lanjutnya, sudah tidak ada hujan abu vulkanik Gunung Semeru. Karena sudah reda. “Namun, Pusat Pengendali Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) masih mencari informasi di wilayah yang terdampak," jelasnya.

Baca Juga : Guardiola Nggak Terima Sepakbola Dianggap Biang Penyebaran Corona

Hujan abu vulkanik Gunung Semeru juga mengguyur lima kecamatan di Kabupaten Lumajang. Yakni Kecamatan Candipuro, Pasrujambe, Senduro, Gucialit, dan Pasirian.

Di Kecamatan Candipuro, yang diguyur hujan abu vulkanik Dusun Kajar Kuning, Desa Sumbermujur, selanjutnya di Kecamatan Pasrujambe ada Desa Pasrujambe, Desa Kertosari, Desa Jambearum, Desa Jambe Kumbu, dan Desa Sukorejo.

Sedangkan di Kecamatan Senduro, beberapa desa yang diguyur abu vulkanik yakni Desa Senduro, Desa Burno, Desa Kandangtepus, Desa Wonocempokoayu, Desa Ranupane, Desa Pandansari, Desa Kandangan, dan Desa Bedayu.

Baca Juga : Arsenal Vs Newcastle United, Benteng Gudang Peluru Keropos

Selanjutnya, dua desa di Kecamatan Gucialit yakni Desa Sombo, Desa Gucialit. Di Kecamatan Pasirian juga ada dua desa yang terdampak hujan abu vulkanik Semeru yakni Desa Pasirian dan Desa Nguter, kata Anggit Hermanuadi.

Sebelumnya, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang erupsi dan meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan, Sabtu (16/1) pukul 17.24 WIB. Selain itu juga terpantau aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari Kawah Jongring Seloko ke arah Besuk Kobokan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih pada level II atau waspada, meskipun ada peningkatan aktivitas gunung api tersebut. [USU]