RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengklarifikasi narasi di media sosial yang menyebut dirinya mengalami sesak napas saat mengunjungi Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Narasi itu menyebut Menkes sudah membutuhkan oksigen, meski belum genap 24 jam menghirup udara di Palangkaraya. Narasi tersebut melengkapi foto Menkes yang mengenakan kemeja putih lengan panjang berlapis rompi biru dan celana panjang biru gelap. Dalam foto tersebut, Menkes tampak duduk sambil menggunakan selang oksigen, dengan tabung oksigen berwarna putih di sebelahnya.
"Fotonya memang benar, namun narasi yang beredar itu tidak benar. Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu. Saya juga terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung," ungkap Menkes melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (24/10/2026).
Baca juga : Aturan Bakar Lahan 2 Hektar Mau Direvisi, Pakar Minta Teknologi Disiapkan
Menurut Menkes, dalam foto tersebut, dia sedang memberikan informasi dan edukasi dengan menunjukkan fasilitas Rumah Oksigen.
"Sebagai bentuk mitigasi nyata, saya ingin membantu publikasi kehadiran Rumah Oksigen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen Pemprov Kalimantan Tengah. Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat," ujar Menkes.
Menurutnya, fasilitas bantuan oksigen itu memiliki ruangan yang disaring ketat pakai HEPA (High-Efficiency Particulate Air) atau jenis filter udara yang dirancang untuk menyaring partikel-partikel kecil di udara. Asal tahu saja, filter HEPA dapat menangkap setidaknya 99,97 persen partikel berukuran 0,3 mikron dalam kondisi pengujian standar, termasuk debu halus, serbuk sari, dan sebagian partikel yang membawa alergen.
Baca juga : Tangani Dampak Karhutla, Kemenkes Siapkan 360 Rumah Sakit Rujukan
"Kalian cukup duduk istirahat, beri waktu paru-paru bernapas lebih lega, dan nikmati udara dengan konsentrasi oksigen 100 persen. Ada tenaga kesehatan yang memantau, dan jika butuh penanganan lebih, akan langsung dirujuk ke rumah sakit," lanjutnya.
Untuk yang sulit menjangkau lokasi, Pemprov Kalimantan Tengah sudah menyiapkan Bus Oksigen keliling. Dalam rekaman video di akun Instagramnya, Menkes tampak memasuki bus tersebut. Dia memperlihatkan tabung-tabung oksigen yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Terutama, relawan yang berjuang memadamkan karhutla.
"Tabung oksigen murni ini sangat krusial, terutama bagi relawan pemadam api yang saturasinya sering drop di bawah 90 akibat polusi tinggi," papar Menkes.
Baca juga : BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
"Jadi, walaupun pakai masker, kita juga harus tahu kalau ada yang sesak-sesak, ada yang mengeluh sesak kepada kita, harus segera dibantu. Langsung arahkan ke fasilitas oksigen terdekat," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.