RM.id Rakyat Merdeka - Tiga setengah dekade bukan perjalanan yang singkat bagi sebuah orkestra di Indonesia. Saat banyak yang dulu meragukan bisa bertahan, Twilite Orchestra justru membuktikan diri menjadi orkestra paling konsisten di Tanah Air.
Kini, memasuki usia ke-35, kelompok musik besutan Addie MS itu menyiapkan konser megah yang melibatkan solois internasional hingga ratusan penyanyi paduan suara.
Konser bertajuk Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert akan digelar pada 6 September 2026 di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran.
Antusiasme publik pun begitu tinggi. Tiket reguler yang mulai dijual pada 16 Juli lalu ludes hanya dalam waktu satu jam.
Bagi Addie MS, perayaan ini bukan sekadar ulang tahun, melainkan bukti bahwa musik simfonik mampu bertahan dan terus berkembang di Indonesia.
Baca juga : Axioo Gandeng Primacom Bangun Ekosistem Lokal dan Kedaulatan Data
"Saya tidak membayangkan Allah SWT mengizinkan saya bersama Twilite Orchestra bisa berkarya hingga hari ini. Di awal berdiri, ada yang mengatakan kami tidak akan bertahan lebih dari dua bulan karena ekosistem musik simfonik saat itu sangat tidak kondusif," ujar Addie MS dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Ia mengenang, sempat ingin menghentikan perjalanan Twilite Orchestra di masa-masa awal. Namun dukungan sahabat, keluarga, sponsor, media, hingga mendiang Indra Usmansjah Bakrie membuatnya tetap bertahan.
"Alhamdulillah, beliau terus mendukung, bahkan kini diteruskan oleh putrinya, Adinda Bakrie," kata Adhie MS.
Dukungan tersebut kini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Adinda Bakrie Foundation.
Pendiri yayasan itu Adinda Bakrie berharap usia 35 tahun menjadi pijakan baru bagi Twilite Orchestra untuk terus melangkah lebih jauh.
Baca juga : PKP Gandeng Polri Dan BPN Kawal Pembangunan Rusun Astra Di Tanah Abang
"Semoga ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah untuk terus berkembang. Sukses selalu untuk Mas Addie dan Twilite Orchestra," ucapnya.
Konser anniversary ini akan menyajikan perjalanan musikal Twilite Orchestra sejak berdiri pada 1991. Repertoarnya membentang dari musik film, video game, Broadway musical, karya klasik, opera hingga lagu-lagu daerah Indonesia.
Sejumlah karya yang akan dibawakan di antaranya Die Fledermaus Overture, Liberi Fatali, Phantom of the Opera, Fantasia Nusantara, Nessun Dorma, Sempre Libera, hingga March of the Toreadors dari opera Carmen.
Kemegahan konser semakin lengkap dengan hadirnya soprano asal Sydney Opera House, Meechot Marrero, yang akan tampil bersama tenor Indonesia Oswin Wilke serta harpist Rama Widi.
Sebanyak 74 musisi Twilite Orchestra juga akan diperkuat oleh 200 penyanyi paduan suara dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Gita Swara Jaya, Uhamka Choir, dan PSM Universitas Mercu Buana.
Baca juga : Gandeng Tohpati Orchestra, ArtSwara Gelar Vintage Sounds Angkat Musik 80–90an
Selain Adinda Bakrie Foundation, konser ini mendapat dukungan dari PT Summarecon Agung Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Khusus bagi nasabah BRI, tersedia alokasi tiket yang dapat dibeli melalui aplikasi BRImo mulai 28 Juli 2026.
Selama 35 tahun, Twilite Orchestra tak hanya dikenal sebagai orkestra yang paling lama bertahan di Indonesia, tetapi juga menjadi pelopor berbagai program edukasi musik simfonik bagi pelajar dan mahasiswa, tampil di hadapan lima Presiden RI, hingga mencatat sejarah sebagai orkestra Indonesia pertama yang menggelar konser di Eropa.
Perjalanan panjang itulah yang akan dirayakan dalam satu panggung istimewa September 2026 mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.