Sebelumnya
Apa tanggapan Anda tentang pernyataan Mahfud MD, bahwa KKN saat ini lebih parah ketimbang saat Ode Baru?
Saya ikut merasakan keprihatinan yang disampaikan Pak Mahfud MD. Karena sewaktu masuk ke era reformasi, harapan kita begitu besar terhadap penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN. Bahkan untuk itu, MPR melahirkan Tap XI/1998.
Kenapa KKN tidak hilang sejak reformasi?
Nah, era reformasi yang antara lain diwarnai desentralisasi kewenangan, ternyata tidak diimbangi secara memadai oleh peningkatan mutu tata kelola institusi.
Baca juga : Budi Arie: Kami Tindak Tegas Jika Membandel
Apakah ini penyebab KKN itu terus ada sampai sekarang?
Iya. Kondisi ini melahirkan kesempatan untuk menyalahgunakan kewenangan. Muncul industri KKN yang tumbuh subur.
Industri KKN bertumbuh cepat karena muncul persepsi, ini industri yang "hasilnya tinggi, risikonya rendah". Risiko dipersepsi rendah, karena banyak pihak yang berpartisipasi, berjamaah, dan dianggap sudah menjadi kelaziman atau "aturan main". Dengan demikian, KKN menjadi instrumen eksistensial yang penting menghadapi ketidakpastian. Evolusi KKN ini, membuat semua lembaga tersandera dalam apa yang disebut sebagai "tirani status-quo". Perbaikan sangat lambat, bahkan jalan di tempat.
Mahfud MD menyampaikan adanya upaya perbaikan demokrasi ke DPR, namun langkah itu tidak dilakukan DPR. Tanggapan Anda?
Baca juga : Gerindra Warning Menteri KIM
Harapan besar dialamatkan kepada DPR. Namun, anggota DPR juga sudah terperangkap pada jaring-jaring politik berbiaya tinggi.
Maksudnya?
Industri politik kita dicirikan oleh lapar uang dan kuasa uang. Investasi politik yang mahal, mendorong lahirnya sikap-sikap yang sangat pragmatis dan transaksional. Saya sering mendengar pernyataan yang sinis terhadap DPR. Harus ada solusi terhadap dilema integritas dan kepura-puraan para penyelenggara negara.
Apa solusi mengatasi kondisi sekarang ini?
Baca juga : Andika Contek Debat Jakarta Luthfi Masih Belanja Masalah
Dalam kondisi seperti sekarang, kita harus memiliki kesabaran revolusioner. Akan tiba momentum yang lebih kondusif untuk membuka ruang perbaikan yang adaptif dan akseleratif. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 12 Oktober 2024 dengan judul "Meluruskan Agenda Reformasi, Bisakah DPR Memperbaiki? Hendrawan Supratikno: Tak Lepas Dari Investasi Politik Yang Sangat Mahal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.