Sebelumnya
Bagaimana respons Anda tentang kebijakan Pemerintah yang akan menghapus kuota impor?
Saya melihat semangat Pak Prabowo untuk mencabut kuota, baik sekali dan perlu diapresiasi, karena beliau mengerti dan tahu persis bahwa di Indonesia ada permainan kuota impor.
Selain itu, pembatasan kuota impor menjadi salah satu penghambat produk-produk tertentu yang masih membutuhkan kandungan impor.
Apa saja?
Baca juga : Menkomdigi Keliling Kampus
Misalnya tekstil. Bahan tekstil kita masih memerlukan bahan baku dari impor. Besi, baja juga masih memerlukan kandungan impor dan banyak bahan lainnya.
Akhirnya menimbulkan efek tidak produktif ketika kuota-kuota ini diberlakukan, karena kuota-kuota ini kecenderungannya hanya menjadi permainan pengambil kebijakan di pemerintahan, kementerian maupun lembaga.
Kuota impor ini membuat industri kurang maksimal?
Misalnya, bagaimana industri otomotif bisa bersaing kalau sebagian bahannya masih impor dan dikenakan tarif yang mahal. Selain itu, yang mengimpor itu hanya untuk orang-orang tertentu. Itu fakta. Namun, pembebasan impor ini, harapan saya, tidak untuk produk pertanian.
Baca juga : PKB Solid Di Dunia Nyata & Jagat Maya
Ada pengecualian?
Iya, pengecualiannya di sektor pertanian dan perikanan. Jika sektor pertanian dan perikanan bebas impor, maka akan menyulitkan petani. Para petani kita tidak bisa bertahan, karena belum mampu bersaing. Petani dan nelayan kita masih harus mendapatkan proteksi Pemerintah.
Tapi, Pemerintah belum menjelaskan secara detail sektor mana saja yang dihapus kuota impornya. Bagaimana jika berlaku untuk semua sektor?
Kita tidak boleh berandai-andai. Pak Presiden pasti punya dokumen dan punya data. Pak Prabowo itu punya data intelijen, bahwa kuota ini dikuasa oleh si A, kuota itu kuasai oleh si B.
Baca juga : Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
Kesimpulannya, Anda mendukung?
Kalau saya pribadi mendukung, karena ini memang disinyalir ada permainan di kementerian dan lembaga. Yang mendapatkan kuota impor, orangnya itu-itu saja. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 15 April 2025 dengan judul "Disinyalir Cuma Jadi Alat Permainan, Tepatkah Kuota Impor Dihapus? Firman Soebagyo: Kuota Impor Sebabkan Produksi Tak Produktif"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.