Sebelumnya
Persahabatan Abadi
Sama seperti tradisi masa lalu, dukung mendukung masih menjadi warisan yang terus dijaga Indonesia dan Tiongkok atas berbagai inisiasi yang diprakarsai kedua negara.
Di masa lalu Tiongkok sering terlibat dalam berbagai gerakan yang digaungkan Sukarno, mulai dari KAA, CONEFO (anti-tesa PBB), hingga pembentukan “Poros Jakarta-Pyongyang-Peking” (Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia, 2015; Rundjan, 2017; Koran Sulindo, 2024).
Baca juga : Pertamina Gas Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Palestina di Tengah Krisis
Kini, hal serupa, secara resiprokal dilakukan Indonesia. Indonesia amat antusias bergabung ke dalam berbagai inisiasi yang diprakarsasi Tiongkok seperti BRI dan AIIB.
Yang terbaru, kini Indonesia juga telah resmi menjadi anggota BRICS di mana Tiongkok memiliki andil besar dalam membangun badan ini. Rasa persahabatan kedua negara yang telah lama terjalin ini mesti terus dipupuk sambil memperdalam rasa saling pengertian dan penghormatan atas kedaulatan masing-masing agar pengalaman pahit dan riak perpecahan yang sempat menimpa keduanya di tahun 1960-an tidak terulang kembali.
Jalinan hubungan yang diawali atas dasar anti-imperialisme dan anti-kolonialisme, kini diperkuat oleh kesamaan pandangan akan pengelolaan dunia multipolar yang lebih adil.
Baca juga : Haidar Alwi Care Sarankan Indonesia Perkuat Investasi Domestik dan Asing
Dua landasan ini telah menjadi dasar evolusi persahabatan kedua negara yang sejalan dengan konteks jaman. Rasa senasib sepenanggungan, yang dulu sama-sama menjadi korban penjajahan, dan saat ini menjadi korban ketidakadilan negara-negara maju, telah menempatkan keduanya dalam gerbong perlawanan yang sama. Persahabatan abadi ini harus terus dijaga.
Dan dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik ini, buku “Mengarungi Jejak Merajut Asa, 75 Tahun Indonesia-Tiongkok” yang akan terbit dalam waktu dekat.
Buku ini berisikan ragam pandangan berbagai penulis lintas disiplin terkait dinamika hubungan Indonesia-Tiongkok. Upaya ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk terus memperkuat dan merawat hubungan bilateral kedua negara.
Baca juga : Perhimpunan Indonesia Tionghoa Tangsel Gelar Peduli Kasih Ramadhan
Penulis adalah Dosen Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya Menamatkan Magister Hubungan Internasional di Universitas Shandong, China, dan Sarjana Ilmu Politik Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Nurcholis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.