BREAKING NEWS
 

Tim Patriot ITB Gelar FGD Bahas Model Kolaborasi Ekonomi KTM Parit Rambutan

Writer : Raihan, M.B
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 11 November 2025 04:33 WIB
Tim Ekspedisi Patriot ITB bersama Pemkab Ogan Ilir dalam FGD kedua. (Foto: Dok. Pribadi)

Melanjutkan FGD sehari sebelumnya, Tim Patriot ITB KTM Parit Rambutan membuka sesi kedua di Ruang Rapat BAPPENDA Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini diikuti oleh instansi pemerintah daerah seperti Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, Dinas PMD, Dinas Koperasi, dan DPMPTSP.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Ogan Ilir, kemudian secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Ilir.

Baca juga : Kemenimipas Dan KKP Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Di Nusakambangan

Prof. Sri Maryati selaku Ketua Tim Ekspedisi Patriot ITB KTM Parit–Rambutan menegaskan, hasil FGD pertama menunjukkan permasalahan utama pengembangan kawasan terletak pada lemahnya kapasitas kelembagaan, keterbatasan akses permodalan, serta minimnya inovasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal. “Citra lembaga ekonomi yang kurang baik turut menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat, sehingga diperlukan model kolaborasi baru yang lebih transparan, adaptif, dan terintegrasi,” ujarnya. 

Prof. Maryati kemudian memaparkan kerangka model kolaborasi kelembagaan yang menghubungkan antara desa, pemerintah daerah, dan BUMDes/koperasi sebagai aktor utama dalam penguatan ekonomi lokal. Dalam paparannya, dia menyampaikan bahwa “Peran pemerintah daerah sebagai fasilitator sangat krusial, sementara lembaga desa harus menjadi pelaku aktif ekonomi berbasis potensi lokal.”

Baca juga : Triwulan III Menyala, Bank Jakarta Kerek Laju Ekonomi Jakarta

Diskusi kemudian mengerucut pada pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia pengurus lembaga desa, pembenahan sistem transparansi koperasi, serta peningkatan akses investasi pada sektor-sektor unggulan seperti kelapa sawit, dan daun bidara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di kawasan transmigrasi Parit–Rambutan. 

Suasana Focus Group Discussion (FGD)
(Foto: Dok. Pribadi)

Baca juga : BCA Syariah Dan Adrie Basuki Kolaborasi Dorong Fashion Berkelanjutan

Forum menyepakati bahwa model kolaborasi yang dirancang harus berbasis potensi lokal masing-masing desa dan didukung oleh regulasi serta pendampingan dari pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi pijakan penting untuk penyusunan langkah strategis penguatan ekonomi kawasan transmigrasi Parit–Rambutan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense