Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jejaring Bisnis Olahraga, Kemenpora Dorong Ekonomi Olahraga
Minggu, 26 Oktober 2025 09:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus memperkuat sinergi antara dunia usaha dan ekosistem olahraga nasional. Melalui kegiatan bertajuk Jejaring Bisnis Olahraga: Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, Kemenpora mengajak pelaku industri olahraga, sponsor, dan mitra strategis untuk membangun kolaborasi berkelanjutan yang berdampak pada ekonomi masyarakat.
Acara berlangsung pada 24–26 Oktober 2025 di Hotel Grand Keisha, Yogyakarta, di bawah koordinasi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Forum ini merupakan bagian dari program Forum Kolaborasi Sponsorship Olahraga, yang mempertemukan berbagai pihak lintas sektor, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas olahraga untuk berbagi gagasan dan membuka peluang kerja sama baru.
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Raden Isnanta, menegaskan, kegiatan ini menjadi langkah nyata Kemenpora dalam menggerakkan ekonomi berbasis olahraga.
“Olahraga tidak hanya soal prestasi, tapi juga potensi ekonomi. Melalui jejaring bisnis ini, kami ingin memperkuat kolaborasi agar industri olahraga bisa tumbuh berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Isnanta.
Baca juga : Koperasi Dan UMKM Bisa Garap Tambang, Prabowo Dorong Pemerataan Ekonomi Rakyat
Ia menjelaskan, forum ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem industri olahraga yang sehat dan produktif.
Menurut Isnanta, sektor olahraga memiliki dampak ekonomi luas, mulai dari apparel, event management, sponsorship, hingga sport tourism.
“Kemenpora berperan sebagai fasilitator. Kami ingin mendorong sektor swasta agar lebih aktif terlibat dalam pembiayaan dan pengembangan kegiatan olahraga nasional,” tuturnya.
Isnanta menambahkan, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi karena daerah ini kaya potensi pariwisata, kreativitas, dan energi muda yang luar biasa.
Forum ini dihadiri beragam instansi dan pelaku industri olahraga, di antaranya Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga DIY, Dinas Pariwisata DIY, PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persatuan Bulu Tangkis dan Bola Voli DIY, serta sejumlah pelaku usaha seperti Bank BPD DIY, Biznet, Hydro Coco, Bakpia Tugu, SMBD Apparel, dan Teh Dandang.
Baca juga : Kebijakan Menteri Bahlil Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Asisten Deputi Olahraga Profesional Yusuf Suparman menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Kami ingin forum ini menjadi titik temu antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri. Karena keberhasilan pembangunan olahraga juga ditentukan oleh keterlibatan dunia usaha,” ujarnya.
Kegiatan yang dimulai pada Sabtu (25/10), menghadirkan agenda utama berupa diskusi kebijakan, strategi sponsorship, dan pengembangan potensi daerah dalam sport economy.
Forum dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, kemudian dilanjutkan dua sesi diskusi bertema Strategi Pengembangan Industri Olahraga Melalui Kebijakan Pemerintah dan Potensi Pengembangan Industri Olahraga di Wilayah DIY.
Selain diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi business matching yang mempertemukan para pelaku usaha olahraga dan diharapkan melahirkan kerja sama konkret di masa mendatang.
Baca juga : Fondasi Ekonomi Kuat Pertumbuhan Terjaga
Pemilihan Yogyakarta dinilai tepat karena memiliki potensi besar dalam sport tourism, industri kreatif, dan komunitas olahraga yang aktif. Kemenpora berharap momentum ini memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi olahraga nasional.
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan, forum ini juga menjadi tindak lanjut kebijakan Kemenpora untuk memperluas jejaring investasi dan sponsorship olahraga nasional.
“Kami ingin olahraga Indonesia tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya