BREAKING NEWS
 

Revolusi Hijau di Desa Ciambar

Universitas Trisakti Ciptakan Model Ekonomi Sirkular dari Limbah Kulit Singkong

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 18 November 2025 14:51 WIB
Tim PkM Universitas Trisakti di Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Dok. Universitas Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti menggelar dua program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, pada 15 November 2025. Fokus utamanya: memberdayakan warga lewat teknologi pengolahan limbah kulit singkong menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Program pertama dipimpin Nurhayati bersama tim lintas disiplin dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Teknik Sipil, dan Arsitektur Lanskap. Timnya terdiri dari Christy Anandha Putri, Olivia Seanders, Naila Nasywa Istiqomah, dan Clara.

Program kedua dikomandoi Novina Sri Indiraharti bersama Daniel M. Simbolon, Risa Nurmala Desi, Helena Gabriella B. Tarandung, dan Michael Jackson dari Program Studi Hukum, Akuntansi, dan Fotografi. Kegiatan ini melibatkan 12 peserta dari unsur pemerintah desa, kelompok tani, dan pelaku UMKM, dengan dukungan Pemerintah Desa Ciambar yang diwakili Kepala Desa Suparkah.

Baca juga : Tim PkM Universitas Trisakti Ubah Limbah Singkong Jadi Pasta Gigi

Sebagai sentra opak berbahan baku singkong, Ciambar selama ini dibayangi persoalan limbah kulit singkong yang menumpuk. Limbah biasanya dibuang atau dibakar, memicu bau tak sedap, mencemari air tanah, dan menurunkan kualitas lingkungan. Warga juga masih minim keterampilan teknis untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah serta lemah dalam manajemen usaha dan pemasaran.

Menjawab persoalan itu, tim PkM menawarkan solusi komprehensif berbasis teknologi tepat guna. Tim Nurhayati mengenalkan teknologi biokonversi limbah singkong menggunakan mikroba untuk menghasilkan pakan ternak fermentasi, pupuk cair organik, biogas untuk kebutuhan rumah tangga, hingga bioplastik dan kemasan ramah lingkungan.

Adsense

Sementara, tim Novina Sri Indiraharti mengembangkan inovasi pengolahan limbah kulit singkong menjadi litter kucing ramah lingkungan melalui proses pembersihan, pengeringan, dan granulasi untuk menghasilkan produk clumping dan low-dust sesuai standar keamanan. Seluruh teknologi menggunakan peralatan sederhana seperti drum plastik 200 liter dan pipa PVC yang mudah diakses masyarakat.

Baca juga : PT JIEP Kembangkan Ekonomi Sirkular dari Sampah

Penguatan kelembagaan juga menjadi fokus. Tim pertama membentuk Kelompok Usaha Pengelola Limbah (KUPL) sebagai wadah pengelolaan usaha secara kolektif dan menginisiasi Ciambar Green Hub sebagai Community Learning Center untuk teknologi pengolahan limbah dan ekonomi hijau. Tim kedua memperkuat kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ciambar Hijau sebagai pengelola unit usaha baru yang memproduksi litter kucing dan opak berbasis konsep one village one product, agar keuntungan dapat kembali ke masyarakat.

Untuk memastikan usaha berjalan optimal, kedua tim memberikan pelatihan manajemen usaha secara terstruktur. Materinya mencakup pencatatan keuangan sederhana, analisis biaya produksi, strategi pemasaran digital, desain produk dan kemasan, hingga pemahaman prinsip ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.

Kepala Desa Ciambar, Suparkah, menyampaikan terima kasih kepada tim PkM Universitas Trisakti. "Sekarang warga desa lebih memahami cara mengolah limbah kulit singkong menjadi produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak fermentasi, pupuk organik, biogas, hingga litter kucing. Kami sangat puas dengan pelatihan teknologi pengolahan limbah dan pendampingan manajemen usaha yang diberikan,” ujarnya.

Baca juga : Antara Universalitas Islam dan Kearifan Lokal

Salah satu peserta menimpali bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. "Kami yang sebelumnya hanya membuang kulit singkong, sekarang melihat peluang usaha baru yang ramah lingkungan,” ucapnya.

Program PkM ini memberi manfaat multidimensi: meningkatkan kapasitas warga mengolah limbah pertanian, membuka peluang usaha, dan menekan pencemaran. Bagi Universitas Trisakti, ini menjadi implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): SDG 1, 7, 8, 12, 13, 15, dan 17. Model pemberdayaan ini diharapkan bisa direplikasi di desa penghasil singkong lainnya, menjadikan Ciambar sebagai desa percontohan pengelolaan limbah pertanian berbasis teknologi ramah lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense