RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Budi Luhur (UBL) menggandeng komunitas mural di Petukangan Utara menghadirkan mural edukatif berbasis Kamishibai, media seni visual tradisional yang dipakai sebagai sarana literasi pengurangan risiko bencana banjir. Program ini merupakan bagian dari Hibah Inovasi Seni Nusantara 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa UBL bersama Komunitas Mural Muda Petukangan Utara sebagai mitra sasaran. Ketua tim pelaksana, Prof. Arief Wibowo, Guru Besar bidang Sistem Cerdas untuk Krisis dan Kebencanaan UBL, memimpin rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan, pendampingan teknis, hingga edukasi pembuatan mural yang dipadukan dengan teknologi informasi.
Petukangan Utara dikenal sebagai wilayah yang kerap terdampak banjir, sementara media edukasi kebencanaan di ruang publik hampir tidak tersedia. Lewat mural Kamishibai Nusantara, warga dapat memahami langkah mitigasi banjir secara visual, mudah dipahami, dan menarik.
Program ini juga bertujuan memberdayakan pemuda lewat seni mural agar mereka bisa menjadi agen literasi kebencanaan di lingkungannya. Keterlibatan anak muda diharapkan memperkuat penyebaran informasi kesiapsiagaan.
Baca juga : PGE dan Pengembang Panas Bumi Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh
Kegiatan mendapat dukungan pihak Kelurahan Petukangan Utara dan dilaksanakan di beberapa titik ruang publik, termasuk dinding fasilitas umum dan area terbuka di sekitar pintu Tol Petukangan Utara yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Program mulai berjalan sejak awal periode Hibah Pengembangan Inovasi Seni Nusantara 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Riset dan Pengembangan. Kegiatan ini diresmikan langsung oleh Lurah Petukangan Utara.
Rangkaian kegiatannya mencakup sosialisasi, pelatihan desain Kamishibai, teknik mural, penyusunan storyboard literasi banjir, hingga produksi mural secara kolaboratif antara tim pelaksana dan komunitas. Materi mural memuat pesan praktis seperti cara evakuasi, tanda bahaya banjir, dan tindakan darurat.
Selain produksi mural, komunitas juga diberi pendampingan dalam manajemen kegiatan dan publikasi digital agar mampu melanjutkan aktivitas seni edukatif secara mandiri. Pendampingan ini diharapkan menumbuhkan keberlanjutan program di masa depan.
Baca juga : Pintu Goes to Campus Hadir Di Universitas Bina Nusantara Berikan Edukasi Crypto
Prof. Arief menegaskan mural Kamishibai bukan sekadar memperindah lingkungan, tetapi memuat pesan keselamatan yang penting bagi warga. “Melalui pendekatan seni, pesan kebencanaan bisa masuk ke masyarakat dengan lebih lembut dan mudah diterima. Kami berharap komunitas mural dapat menjadi agen edukasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Warga sekitar menyambut positif inisiatif ini karena mural menjadi media baru yang menarik perhatian sekaligus memberi manfaat langsung terkait edukasi banjir. Banyak warga mengaku lebih mudah memahami informasi mitigasi jika divisualkan.
Program ini direncanakan terus berkembang lewat kemitraan dengan sekolah, kelurahan, dan lembaga kebencanaan di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kerja sama lintas pihak diharapkan memperluas jangkauan literasi mitigasi banjir.
Ke depan, UBL menargetkan model mural Kamishibai ini bisa diterapkan di wilayah rawan banjir lainnya di Jakarta. Penerapan seni visual sebagai media komunikasi risiko diyakini efektif mengedukasi masyarakat akar rumput.
Baca juga : Wapres Gibran Apresiasi Gerakan Donasi Untuk Korban Bencana Sumatera
Program ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjembatani ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk kebutuhan masyarakat. UBL berharap kolaborasi semacam ini dapat menjadi contoh model pemberdayaan komunitas berbasis seni dan mitigasi bencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.