RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 60 perias pengantin se-Kabupaten dan Kota Bekasi mengikuti kegiatan pelatihan bertajuk “Penguatan Literasi Budaya Pengantin Tradisional Melalui Pendekatan Partisipatif Digital Berwawasan Lingkungan” yang digelar di Bekasi.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) dengan mitra Harpi Melati DPC Kabupaten Bekasi, sebuah komunitas perias pengantin tradisional.
Permasalahan yang mendasari kegiatan ini adalah masih rendahnya pemahaman nilai dan budaya pengantin tradisional, khususnya Pengantin Betawi, di kalangan perias muda.
Selain itu, keterbatasan media pembelajaran mikro digital yang mudah diakses dan menarik menjadi kendala dalam pelestarian budaya rias pengantin lokal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pelaksana menerapkan pendekatan participatory photography, para peserta secara aktif mengambil foto berbagai elemen riasan, busana, dan aksesori Pengantin Betawi.
Baca juga : Gandeng FIP UNJ, Harpi Melati Bekasi Gelar Pelatihan Makeup Pengantin
Setiap foto kemudian dilengkapi dengan narasi filosofi yang mendalam dengan bantuan teknologi ChatGPT.
Dengan konsep ini, peserta menjadi subjek aktif yang mendokumentasikan, menarasikan, memaknai, dan membagikan informasi simbol budaya yang mereka pelajari.
Salah satu peserta, mengungkapkan kesannya.
“Selama ini saya hanya tahu cara merias tanpa memahami makna di balik setiap aksesori. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya sadar bahwa filosofi itu sangat penting. Misalnya, selempang pengantin Betawi yang melambangkan perjalanan dari kesalahan menuju kebaikan," ujarnya.
"Cerita seperti ini tidak hanya menjaga nilai budaya, tetapi juga menjadi daya jual tinggi ketika saya menjelaskan kepada calon pengantin. Mereka jadi lebih percaya dan tertarik menggunakan jasa saya," tuturnya.
Baca juga : Menteri ATR Gencarkan Pengamanan Aset Umat
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Henny Herawaty BRD. Dalimunthe, menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari hasil penelitian para dosen di lingkungan Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.
"Pendekatan partisipatif berbasis teknologi digital terbukti efektif untuk meningkatkan literasi budaya, dan pelatihan ini adalah bukti nyata bahwa penelitian tidak hanya berhenti di jurnal tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh komunitas perias pengantin di Bekasi," ujar Henny dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Henny menambahkan, hasil dari pelatihan ini, para perias mampu menghasilkan konten pembelajaran mikro digital berupa untaian foto dan narasi singkat yang disebarkan melalui berbagai platform seperti whatsApp status, instagram, dan facebook.
Menurutnya, hal ini menjadi lompatan besar karena para perias yang sebelumnya hanya mengandalkan pembelajaran tatap muka kini memiliki bahan ajar digital yang bisa diakses kapan saja.
Dampak sosial lain yang muncul menurut Henny adalah meningkatnya rasa percaya diri para perias dalam menjelaskan makna filosofis kepada klien, terbentuknya komunitas belajar virtual yang aktif saling berbagi konten dan pengalaman melalui grup WhatsApp dan media sosial, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya lokal di kalangan generasi muda perias.
Baca juga : Ketua PPP Bandung Barat Terpilih Ujang Rizwansyah Perkuat Sinergi dengan Pemda
"Keberlanjutan program ini dijamin melalui pengumpulan seluruh konten pembelajaran mikro digital di akun Instagram resmi @filosofi_pengantintradisional, yang akan menjadi bank pengetahuan terbuka yang terus diperbarui oleh para peserta dan masyarakat luas," ujarnya.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pembelajaran inovatif sepanjang hayat, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dengan memperkuat upaya pelindungan dan pelestarian warisan budaya lokal.
Seluruh kegiatan dilaksanakan dari pendanaan Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan tim pelaksana terdiri dari Drs. Sri Kuswantono, M.Si., Retno Dwi Lestari, M.Pd., Prof. Durotul Yatimah, M.Pd., serta mahasiswa Pendidikan Masyarakat, Luthfiyah Nur Aliyah dan Syasqiya Fitriah Nuur Azizah.
Dengan adanya inisiatif ini, Harpi Melati DPC Kabupaten Bekasi berharap para perias pengantin di wilayah Bekasi tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya Betawi melalui pemanfaatan teknologi digital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.