Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peringati Hardiknas, Wamen Fajar Resmikan Kapal Pengangkut Guru Di Kapuas
Minggu, 3 Mei 2026 11:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kapuas dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meresmikan kapal pengangkut guru guna menjangkau sekolah di wilayah pesisir yang sulit diakses, Sabtu (2/5/2026).
Peresmian dilakukan di kawasan tepian Sungai Kapuas, beberapa jam setelah upacara Hardiknas digelar di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. Kapal tersebut disiapkan sebagai solusi distribusi tenaga pendidik di wilayah perairan.
“Ini bukan sekadar kapal. Ini jembatan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pesisir. Negara harus memastikan guru bisa hadir di mana pun anak-anak berada,” ujar Fajar.
Kapal pengangkut guru itu telah diuji coba selama dua pekan. Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat layanan pendidikan di daerah yang selama ini terkendala akses transportasi darat.
Baca juga : Jelang Hardiknas, SDN Kajuanak 4 Dapat Revitalisasi Sekolah
Sebelumnya, sekitar 7.000 peserta mengikuti upacara Hardiknas yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah. Peserta terdiri dari pelajar, guru, tenaga kependidikan, hingga unsur pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Fajar menegaskan Hardiknas harus menjadi momentum konsolidasi. Ia meminta seluruh pihak bergerak cepat memperbaiki layanan pendidikan.
“Tidak boleh ada satu pun anak di Kapuas yang tertinggal. Pendidikan harus menjadi jalan mobilitas sosial dan kemajuan daerah,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kapuas berada di angka 64,71 dengan kategori “Tuntas Muda”. Capaian tersebut dinilai sudah berada di jalur yang tepat, namun masih memerlukan percepatan.
Baca juga : 13 Proyek Hilirisasi Dimulai Hari Ini, Mulai Kilang Hingga Pengolahan Kelapa
“Penguatan harus dilakukan pada literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran,” katanya.
Selain peluncuran kapal, pemerintah daerah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga meluncurkan Program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar. Program ini menitikberatkan pada penggunaan data sebagai dasar kebijakan serta intervensi pada sekolah dengan capaian rendah.
Fajar menilai, tantangan geografis seperti di Kapuas tidak boleh menjadi penghambat. Kebijakan harus adaptif terhadap kondisi wilayah.
“Kalau aksesnya sulit, kebijakannya harus menyesuaikan. Pendidikan tidak boleh menunggu kondisi ideal,” ujarnya.
Baca juga : Amerika Kerahkan Kapal Perang, Timteng Membara
Ia juga menyoroti pemanfaatan data yang belum optimal dalam perencanaan pendidikan di daerah. Menurutnya, tanpa perencanaan berbasis data, peningkatan mutu akan berjalan lambat dan tidak tepat sasaran.
Peringatan Hardiknas di Kapuas tahun ini menunjukkan pendekatan yang lebih konkret. Dari lapangan upacara hingga peluncuran kapal guru, pemerintah menegaskan komitmen memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah pesisir.
“Transformasi pendidikan ini kerja kolektif. Pemerintah, guru, dan masyarakat harus bergerak lebih cepat,” pungkas Fajar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya