BREAKING NEWS
 

Terima John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus-Dunia Usaha

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 19 Agustus 2026 16:09 WIB
Anggota DPR/pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) Bambang Soesatyo (kanan) menerima perwakilan PT John Toys Indonesia, di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong kolaborasi antara UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia, perusahaan manufaktur berorientasi ekspor yang beroperasi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Kolaborasi tersebut diarahkan pada program magang, pelatihan industri, serta pengembangan kompetensi mahasiswa agar mahasiswa UNPERBA memiliki pengalaman langsung menghadapi dunia kerja dan standar industri yang terhubung dengan pasar dunia. Kerja sama ini merupakan langkah nyata agar proses pendidikan semakin dekat dengan kebutuhan lapangan kerja.

Baca juga : Mendorong Generasi Muda Adaptasi dengan Perubahan Lanskap Dunia Kerja

Bamsoet menyatakan, pendidikan tinggi harus semakin dekat dengan dunia industri. “Mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk melihat, merasakan, dan memahami secara langsung bagaimana sebuah perusahaan bekerja, bagaimana produk dibuat dengan standar tertentu, bagaimana kualitas dijaga, serta bagaimana perusahaan memenuhi tuntutan pasar," ujarnya, saat menerima perwakilan PT John Toys Indonesia, di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Adsense

Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menjelaskan, hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha harus dibangun sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah. Materi akademik tetap menjadi fondasi, tetapi mahasiswa juga membutuhkan pengalaman menghadapi persoalan nyata di tempat kerja, memahami target produksi, menjaga kualitas, bekerja dalam tim, mematuhi prosedur, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Dengan pola seperti itu, kampus dapat membantu memperkecil jarak antara kompetensi yang dimiliki lulusan dan kebutuhan perusahaan.

Baca juga : Bamsoet Serukan Elemen Masyarakat Aceh Jaga Persatuan dan Tak Terjebak Provokasi

Bamsoet melanjutkan, industri bergerak dengan standar yang sangat dinamis. Mahasiswa perlu memahami bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam proses produksi, pengendalian mutu, manajemen, hingga pelayanan kepada pelanggan. “Pengalaman tersebut akan membuat mereka lebih siap ketika memasuki dunia kerja karena sudah mengenal ritme, tuntutan, disiplin, dan tanggung jawab profesional,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, kebutuhan memperkuat hubungan pendidikan dan dunia kerja juga terlihat dari kondisi ketenagakerjaan nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2025 terdapat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja. Sementara total pengangguran terbuka mencapai sekitar 7,28 juta orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa gelar pendidikan tinggi perlu diikuti kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan dunia usaha. 

Baca juga : Target Ekonomi Tumbuh 6%, Bamsoet Ajak Dunia Usaha dan UMKM Ikut Bergerak

“Industri membutuhkan SDM yang kompeten, sementara perguruan tinggi membutuhkan mitra yang dapat memberikan pengalaman dunia kerja secara nyata. Kalau keduanya dipertemukan sejak mahasiswa masih kuliah, manfaatnya akan kembali kepada perusahaan, kampus, mahasiswa, serta masyarakat," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense