BREAKING NEWS
 

K3 FKM UI Komit Perkuat Fondasi Keilmuan & Cetak Talenta Unggul

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 2 September 2026 12:59 WIB
Perayaan HUT ke-33 Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (K3 FKM UI). (Foto: Dok. K3 FKM UI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia kerja terus berubah. Ancaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kini bukan lagi sebatas kecelakaan akibat mesin atau kelistrikan. Digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), kesehatan mental, kerja jarak jauh hingga perubahan iklim ikut melahirkan risiko baru.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (K3 FKM UI) bertajuk “OHS Leaders Forum – Homecoming and Networking Dinner”, di Ballroom Grand Pandawa, RA Suites Simatupang, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Mengusung tema “Unggul dalam Keilmuan, Berdampak Nyata bagi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia”, kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, regulator, industri, akademisi, asosiasi profesi, dan alumni untuk memperkuat ekosistem K3 nasional.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengungkapkan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan 2025, tercatat 319.224 klaim kecelakaan kerja.

Sebanyak 9.834 kasus berakhir dengan kematian dan 4.133 kasus menyebabkan cacat fungsi maupun total. Selain itu, terdapat 158 laporan penyakit akibat kerja.  

Persoalan lain terlihat dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dari sekitar 450.000 perusahaan yang menjadi sasaran implementasi, baru sekitar 18.000 perusahaan yang melaksanakan SMK3 melalui audit eksternal.

Baca juga : Cetak Talenta Unggul, Beasiswa Bakti BCA 2027 Kembali Dibuka

Afriansyah mengatakan, perubahan karakteristik pekerjaan juga menuntut pembaruan pendekatan K3. Risiko ergonomi akibat digitalisasi, tekanan sosial yang mempengaruhi kesehatan mental, penggunaan sistem otomatisasi dan AI, kerja jarak jauh, hingga cuaca ekstrem menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi.

Perubahan iklim bahkan dapat memengaruhi keselamatan pekerja di lapangan. Kondisi ekstrem seperti El Nino, misalnya, dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi petugas pemadam kebakaran.

Menghadapi perkembangan tersebut, pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tengah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.

Kementerian Ketenagakerjaan juga berharap FKM UI dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), khususnya untuk menghadapi perubahan risiko keselamatan dan kesehatan kerja.

Adsense

Dekan FKM UI Indri Hapsari Susilowati mengatakan, perjalanan lebih dari tiga dekade Departemen K3 FKM UI harus terus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.

“Ilmu K3 harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata untuk menjawab tantangan di lapangan. Tiga dekade lebih merupakan perjalanan matang dalam membangun fondasi keilmuan dan mencetak talenta unggul di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Indri dalam keterangannya, Selasa (2/9/2026). 

Baca juga : Asabri Sukseskan Program Pemagagan Nasional Dorong Talenta Unggul

Di usia ke-33, Departemen K3 FKM UI juga memperkuat kontribusi akademiknya. Ketua Departemen K3 FKM UI Baiduri Widanarko meluncurkan buku Dasar K3 (Basic OHS).

Buku tersebut memuat landasan mengenai prinsip K3, pengenalan bahaya dan risiko, higiene industri, ergonomi, hingga faktor manusia dan organisasi. Buku ini diharapkan menjadi rujukan bagi mahasiswa, akademisi, dan profesional K3.

“Ini adalah ikhtiar nyata dari kami untuk memperluas cakrawala keilmuan K3 agar bisa diterapkan oleh mahasiswa, akademisi, hingga profesional,” kata Baiduri.

Tak berhenti di buku. Departemen K3 FKM UI juga menyiapkan pembukaan Program Studi Strata Tiga (S3) K3 pada tahun mendatang.

Program doktor tersebut diarahkan untuk memperkuat riset tingkat lanjut dan pengembangan keilmuan K3 di Indonesia. Kehadiran program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga ahli yang dapat menjawab perubahan risiko dunia kerja.

Perayaan HUT ke-33 juga diisi penghargaan kepada mitra industri melalui OHS Appreciation for Sustainability Partners. Penghargaan diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga, PT Medco E&P Grissik Ltd, dan PT Berau Coal Energy atas dukungan terhadap keberlanjutan dan riset K3.

Baca juga : Ini Bahaya Konsumsi Makanan Berlemak Secara Berlebihan Saat Lebaran

Penghormatan juga diberikan kepada para pendiri Departemen K3 FKM UI, yakni Drs. Ridwan Syaf, Prof. Dr. dr. Zulkifli Djunaidi, M.App.Sc., dan Prof. Dr. Ir. Sjahrul Mizar Nasri.

Sementara itu, Ketua ILUNI K3 FKM UI Andrey Bayu memimpin prosesi penyambutan alumni baru dari jenjang sarjana dan magister. Jejaring alumni dinilai penting untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan solusi K3 lintas sektor.

Memasuki usia 33 tahun, Departemen K3 FKM UI menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan. Lebih dari itu, departemen tersebut ingin menjadi bagian dari penggerak pengembangan keilmuan sekaligus budaya keselamatan kerja di Indonesia.

Di tengah dunia kerja yang makin digital dan penuh risiko baru, tantangannya jelas: K3 harus ikut beradaptasi sebelum bahaya datang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense