BREAKING NEWS
 

Undip Dampingi Pembentukan Kios Tani untuk Dukung Cetak Sawah 6.500 Ha di Papua

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 15 September 2026 21:19 WIB
Foto bersama peserta FGD Pembentukan Kios Tani di Balai Kampung SP2 Senggi, Keerom (Dokumen pribadi 8/9/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 6.500 hektare di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, mulai diperkuat dari sisi kelembagaan dan rantai pasok.

Tim 14 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (Undip) mendampingi pembentukan Kios Tani sebagai basis pemenuhan kebutuhan sarana produksi bagi petani.

Pembentukan Kios Tani tersebut disepakati dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Balai Kampung SP2, Senggi, Selasa (8/9/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung akselerasi program cetak sawah rakyat yang sehari sebelumnya resmi dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mencanangkan Program CSR tersebut pada Senin (7/9/2026).

Baca juga : Mahasiswa KKN UNDIP Buat Video Profil Untuk Perkuat Branding Desa Juragan

Ia menyambut baik program tersebut karena dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

“Bulog sudah menyatakan siap membeli gabah dan jagung dari program CSR Senggi ini,” tegas Fakhiri.

Kepastian offtake dari Perum Bulog tersebut menjadi salah satu faktor penting bagi petani dalam memasarkan hasil produksi.

Adsense

Dengan adanya kepastian pembelian, petani diharapkan tidak terjebak dalam permainan harga tengkulak yang dapat merugikan petani kecil di daerah terpencil.

Ketua Tim 14 Ekspedisi Patriot Undip Dr. Prihadi Nugroho menjelaskan, pendirian Kios Tani dirancang untuk mengintegrasikan kebutuhan logistik pertanian, mulai dari benih, pupuk hingga pestisida.

Baca juga : Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi Digitalisasi UMKM Desa Juragan

“Kehadiran TEP Undip bertujuan memperkuat kelembagaan pertanian di kawasan transmigrasi agar petani semakin mandiri dan berdaya saing. Pembentukan Kios Tani ini menjadi pilar utama agar ekosistem Cetak Sawah Rakyat 6.500 hektare dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” papar Prihadi.

FGD tersebut dihadiri 50 undangan yang terdiri atas Kepala Distrik, Kepala dan Sekretaris Kampung, Kepala Keret SP2, pengurus lima Kelompok Tani (Poktan), Kelompok Masyarakat (Pokmas) Soom Jaya, serta Petugas Penyuluh Pertanian (PPL).

Kepala Distrik Senggi Daud Yunam mengapresiasi inisiatif pembentukan Kios Tani tersebut. Ia mengungkapkan, koperasi pertanian terakhir di Senggi telah berhenti beroperasi sejak dekade 1980-an.

“Kehadiran Kios Tani sangat membantu petani memenuhi kebutuhan benih, pupuk, dan obat-obatan dengan harga terjangkau. Selama ini petani terpaksa membeli sendiri-sendiri ke Arso dengan ongkos transportasi mahal,” kata Daud.

Menurutnya, Kios Tani diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses sarana produksi pertanian yang selama ini menjadi salah satu kendala bagi petani lokal.

Baca juga : Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Budaya Menabung Sejak Dini Di Desa Juragan

Dalam forum tersebut, Gundi Dwi Atmaka yang juga menjabat sebagai Ketua Pokmas Soom Jaya, terpilih secara musyawarah sebagai pengelola Kios Tani.

Gundi menyatakan siap menerima amanah tersebut dan segera menyiapkan kelengkapan administratif serta program kerja dengan pendampingan TEP Undip.

“Karena tanah kami dikasih oleh kampung, maka saya dan keluarga mempersilakan lahan pekarangan kami dibangun kios tani untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense