Kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada pelayanan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman dapat membantu mencegah berbagai penyakit serta meningkatkan kualitas hidup. Dalam upaya menciptakan kondisi tersebut, generasi muda memiliki peran penting sebagai kelompok yang memiliki kreativitas, semangat, dan kemampuan untuk menggerakkan perubahan di tengah masyarakat.
Menurut World Health Organization (WHO, 2023), lingkungan yang tidak sehat, seperti sanitasi buruk, pencemaran air dan udara, serta pengelolaan sampah yang tidak tepat, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tugas tenaga medis, melainkan tanggung jawab bersama. Generasi muda dapat mengambil bagian melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu masalah lingkungan yang masih sering ditemukan adalah sampah. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menyumbat saluran air, menyebabkan banjir, mencemari tanah dan sungai, serta menjadi tempat berkembangnya berbagai sumber penyakit. Penelitian yang dilakukan oleh Seniwati, D. A. T. Pulubuhu, Sutinah, Rahmatia, dan M. S. Alhaqqi (2020) menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan pemilahan sampah, bank sampah, daur ulang, dan kampanye menjaga kebersihan lingkungan.
Baca juga : Pocari Sweat, Benarkah Mampu Menggantikan Cairan Tubuh?
Selain mengatasi masalah sampah, generasi muda juga dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran mengenai pola hidup bersih dan sehat. Mereka dapat mengajak masyarakat mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan rumah, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta menjaga kebersihan fasilitas umum. Menurut Kementerian Kesehatan (2022), perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian penting dari upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Peran generasi muda semakin besar karena perkembangan teknologi dan media sosial. Informasi mengenai kesehatan dan lingkungan dapat disebarkan dengan cepat melalui berbagai platform digital. Generasi muda dapat membuat konten edukatif, poster digital, video pendek, maupun kampanye yang menarik untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Menurut UNICEF (2021), keterlibatan anak muda dalam isu lingkungan penting karena mereka merupakan bagian dari generasi yang akan menghadapi dampak perubahan lingkungan dalam jangka panjang.
Di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi, generasi muda juga dapat menjadi contoh melalui kegiatan penghijauan, kerja bakti, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dan penghematan air serta energi. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab sosial.
Baca juga : Lelah yang Tak Berujung: Ancaman Burnout bagi Pekerja Muda
Kesadaran tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan menjadi bagian dari kebiasaan. Generasi muda dapat mengajak keluarga, teman, dan masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif. Semakin banyak anak muda terlibat, semakin besar peluang terciptanya perubahan yang berkelanjutan dan dirasakan bersama demi kehidupan lebih baik.
Menciptakan masyarakat dan lingkungan yang sehat membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Generasi muda tidak harus menunggu menjadi pemimpin untuk melakukan perubahan. Dengan tindakan sederhana, pengetahuan yang baik, dan kepedulian terhadap sesama, mereka dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif.
Masyarakat yang sehat berawal dari lingkungan yang sehat, sedangkan lingkungan yang sehat dapat terwujud melalui kesadaran dan tindakan bersama. Oleh karena itu, generasi muda harus terus bergerak, menginspirasi, dan mengajak masyarakat untuk membangun kehidupan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca juga : Kesehatan Generasi Muda Investasi untuk Masa Depan
Artikel ini ditulis oleh Nadya Rosanna, Luthfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.