Dark/Light Mode

Layanan Transportasi Jangan Terputus Di Stasiun

LRT Sudah Terhubung, Kini Giliran Mikrotrans

Sabtu, 19 September 2026 06:25 WIB
Mikrotrans di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)
Mikrotrans di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peresmian Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai harus diikuti integrasi antarmoda. Salah satunya, memperluas jangkauan pengumpan (Mikrotrans) hingga ke permukiman masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Suhud Alynudin.

“Catatannya, kita berusaha mengintegrasikan antarmoda. Supaya warga bisa sampai ke Stasiun LRT dengan mudah. Dari kampung ke kampung perlu disambung dengan Mikrotrans,” saran Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin, Rabu (16/9/2026).

Selain konektivitas, Suhud mengingatkan, tarif transportasi umum harus tetap terjangkau. Dengan tarif yang tidak memberatkan, masyarakat diharapkan tertarik meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum.

Mengenai besaran tarif, lanjut Suhud, akan ditentukan berdasarkan kajian Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dengan melibatkan DPRD DKI serta berbagai pihak lain.

Suhud juga mendukung keterlibatan Pemerintah Pusat dalam pembangunan infrastruktur Jakarta. Menurutnya, dukungan tersebut dibutuhkan untuk mengurangi beban pembiayaan infrastruktur yang selama ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca juga : AS Roma Vs Inter Milan, Duel Tim Sempurna

Menurut dia, Danantara dapat mengambil peran dalam pembiayaan pembangunan, termasuk melalui pembelian obligasi daerah atau skema lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menilai, pengoperasian LRT Kelapa Gading-Manggarai merupakan langkah penting untuk mendorong peralihan masyarakat ke transportasi umum.

“Warga perlu mencoba langsung layanan tersebut, sekaligus memberikan masukan selama awal operasional LRT Kelapa Gading-Manggarai,” katanya.

Wibi juga menyoroti kebutuhan fasilitas park and ride di sekitar Stasiun LRT Manggarai. Dia mengusulkan pihak LRT Jakarta bekerja sama dengan Pasar Raya Manggarai, agar warga yang membawa kendaraan pribadi dapat memarkirkan kendaraannya dengan tarif terjangkau, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan tarif khusus LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sebesar Rp 8 selama delapan hari sejak peresmian.

Hal tersebut disampaikan Pram dalam acara peresmian LRT Jakarta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Peresmian ini dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : Mesin V4 Yamaha Loyo, Trek Lurus Red Bull Ring Jadi Momok

“Setelah diresmikan Bapak Presiden, LRT Kelapa Gading-Manggarai akan beroperasi sepenuhnya,” kata Pram.

Dia menjelaskan, masyarakat tetap dikenakan tarif, meski nominalnya hanya Rp 8. “Tarif tersebut nyaris sama dengan layanan gratis,” tandas mantan Sekretaris Kabinet ini.

Menurut Pram, tarif khusus tersebut, menjadi bagian dari sosialisasi agar masyarakat mencoba langsung layanan LRT Jakarta.

“Saya yakin, dengan sosialisasi selama delapan hari ini, masyarakat akan merasakan kenyamanan menggunakan LRT Jakarta,” tuturnya.

Setelah masa tarif khusus berakhir, tarif LRT Jakarta ditetapkan flat Rp 5.000. Selanjutnya, Pemprov DKI akan memfinalisasi besaran dan skema tarif pada Oktober 2026, termasuk kemungkinan tarif berbeda atau tetap flat untuk perjalanan Kelapa Gading-Manggarai.

Sebelum meresmikan pengoperasian LRT Jakarta, Presiden Prabowo terlebih dahulu menjajal perjalanan LRT dari Stasiun Kelapa Gading, Jakarta Utara, menuju Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Dalam perjalanan tersebut, Prabowo didampingi Pramono Anung dan sejumlah pelajar.

Baca juga : PDIP Akan Diajak Bahas RUU Pemilu

Menurut Pram, jalur sepanjang 12,2 kilometer itu, memiliki 11 stasiun dengan nilai investasi Rp 12,1 triliun. Yakni, Stasiun LRT Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Pemprov DKI juga berencana melanjutkan pembangunan LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Proyek lanjutan itu, menurut Pram, membutuhkan tambahan investasi sekitar Rp 2,7 triliun untuk jalur sepanjang sekitar 2 kilometer.

Menurut Pram, perpanjangan tersebut diharapkan membuat konektivitas jaringan LRT Jakarta dengan moda transportasi lain, semakin terhubung.

Berdasarkan laporan Videografer Rakyat Merdeka, Rabu (9/9/2026) sore, proyek jalur LRT Manggarai-Dukuh Atas, baru sampai Pasar Rumput, Jakarta Selatan.

Pram juga menyoroti posisi Manggarai sebagai simpul transportasi baru di Jakarta. Menurutnya, kawasan tersebut diproyeksikan melayani mobilitas sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta orang setiap hari.

Tingginya mobilitas tersebut, kata Pram, membutuhkan penataan kawasan yang lebih baik. Karena itu, Pemprov DKI akan melakukan koordinasi untuk membenahi kawasan Manggarai agar lebih tertata. [DRS/RAA/EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.