BREAKING NEWS
 

Duduk Terlalu Lama, Kebiasaan Buruk yang Sering Disepelekan

Writer : IKM8 UINSU Stambuk2026d
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 22 September 2026 20:52 WIB
Ilustrasi duduk terlalu lama. (Gambar dibuat dengan AI)

Duduk merupakan kegiatan yang hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Saat belajar, mengerjakan tugas, menonton, bermain ponsel, hingga bepergian, seseorang dapat menghabiskan waktu yang cukup lama dalam posisi duduk. Bagi mahasiswa, kebiasaan ini bahkan menjadi bagian dari rutinitas karena banyak aktivitas dilakukan di dalam kelas atau di depan laptop.

Duduk memang bukan sesuatu yang berbahaya jika dilakukan sewajarnya, tetapi terlalu lama tanpa diselingi gerakan dapat membuat tubuh menjadi kurang aktif. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa perilaku sedentari merupakan aktivitas saat terjaga dengan pengeluaran energi yang rendah, seperti duduk atau berbaring. Di tengah kehidupan yang semakin bergantung pada teknologi, kebiasaan duduk terlalu lama menjadi hal yang perlu diperhatikan karena tanpa disadari dapat membuat seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam keadaan tidak banyak bergerak.

Sering kali seseorang tidak menyadari berapa lama dirinya duduk dalam satu hari. Setelah duduk mengikuti perkuliahan, misalnya, waktu duduk dapat berlanjut ketika mengerjakan tugas, menggunakan laptop, bermain ponsel, atau menonton. Akibatnya, waktu untuk bergerak menjadi semakin sedikit. Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana karena tidak langsung menimbulkan masalah yang terasa. Namun, kurangnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak terhadap kesehatan apabila berlangsung terus-menerus.

Baca juga : Sehat di Tengah Dunia yang Tidak Pernah Offline

WHO menyebutkan bahwa tingginya perilaku sedentari pada orang dewasa berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama tidak seharusnya dianggap sebagai sesuatu yang sepele. Bukan berarti setiap orang yang sering duduk akan langsung mengalami penyakit, tetapi pola hidup yang terlalu banyak duduk dan terlalu sedikit bergerak tetap perlu diperhatikan.

Tubuh manusia membutuhkan gerakan agar dapat menjalankan berbagai fungsi dengan baik. Karena itu, waktu yang digunakan untuk duduk sebaiknya diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Aktivitas fisik tidak selalu berarti melakukan olahraga berat atau pergi ke tempat olahraga. Berjalan kaki, membersihkan rumah, menaiki tangga, melakukan peregangan, dan berbagai kegiatan lainnya juga termasuk bentuk aktivitas fisik.

Adsense

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa aktivitas fisik secara teratur dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko beberapa penyakit kronis, serta mendukung kesehatan mental. Dengan demikian, seseorang tidak perlu menunggu sampai memiliki banyak waktu luang untuk mulai bergerak. Memanfaatkan kesempatan kecil untuk aktif di sela-sela kegiatan sehari-hari juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi waktu yang dihabiskan dalam keadaan duduk.

Baca juga : Polusi Udara, Musuh Tak Kasat Mata bagi Paru-paru Kita

Mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Ketika sedang belajar atau mengerjakan tugas, seseorang dapat menyempatkan diri untuk berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan setelah duduk dalam waktu yang cukup lama. Saat memiliki pilihan antara menggunakan kendaraan untuk jarak yang sangat dekat atau berjalan kaki, berjalan dapat menjadi kesempatan untuk membuat tubuh lebih aktif. Begitu juga dengan memilih menggunakan tangga apabila kondisi memungkinkan.

Bagi mahasiswa yang banyak menghabiskan waktu di depan laptop, membuat jeda untuk bergerak dapat menjadi kebiasaan yang bermanfaat. WHO juga menekankan bahwa semua aktivitas fisik tetap memberikan manfaat dan melakukan sedikit aktivitas lebih baik daripada tidak melakukan aktivitas sama sekali. Hal yang paling penting bukanlah melakukan perubahan secara berlebihan, melainkan membangun kebiasaan untuk lebih sering bergerak dan tidak membiarkan tubuh berada dalam posisi yang sama sepanjang hari.

Duduk bukanlah kegiatan yang harus dihindari sepenuhnya karena banyak aktivitas memang membutuhkan posisi tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara waktu duduk dan waktu bergerak. Kesibukan belajar, mengerjakan tugas, maupun penggunaan teknologi sering membuat seseorang lupa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk aktif. Padahal, menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Baca juga : Dampak Stres Akademik terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa

Berdiri sejenak, berjalan, melakukan peregangan, atau memilih aktivitas yang membuat tubuh bergerak merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan siapa saja. Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara rutin dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat. Karena itu, jangan tunggu sampai tubuh terasa tidak nyaman untuk mulai bergerak. Memberikan waktu bagi tubuh untuk aktif merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri yang dapat dibiasakan sejak sekarang.

Artikel ini ditulis oleh Rara Suci Amalia, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Putri Namira, Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense