Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Menpora: Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026
- Eugenia Diva Persembahkan Perunggu Buat Indonesia
- Praperadilan, Silmy Karim Minta Penyitaan dan Status Tersangka Dicabut
- Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua
- Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
Dampak Stres Akademik terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa
Senin, 21 September 2026 20:22 WIB
Menjadi mahasiswa tidak hanya dituntut mengikuti perkuliahan, tetapi juga menyelesaikan berbagai tugas, menghadapi ujian, membuat laporan, dan memenuhi tuntutan akademik lainnya. Padatnya aktivitas tersebut terkadang membuat mahasiswa merasa tertekan, terutama ketika beberapa tugas datang bersamaan. Kondisi ini dapat menimbulkan stres akademik yang tidak hanya memengaruhi proses belajar, tetapi juga kualitas tidur.
Stres akademik merupakan kondisi ketika mahasiswa merasa tertekan akibat tuntutan yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Tugas menumpuk, jadwal kuliah padat, batas waktu pengumpulan berdekatan, serta kekhawatiran terhadap hasil belajar dapat menjadi pemicu stres. Ketika tekanan terus berlangsung, pikiran menjadi sulit tenang sehingga mahasiswa dapat mengalami kesulitan beristirahat dan tidur dengan nyaman. Penelitian menunjukkan bahwa stres berkaitan dengan meningkatnya masalah tidur dan gejala insomnia pada mahasiswa (Gardani et al., 2022).
Kualitas tidur tidak hanya dilihat dari berapa lama seseorang tidur, tetapi juga dari apakah tidurnya cukup nyenyak dan tidak sering terganggu. Mahasiswa yang mengalami stres akademik dapat mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur, sering terbangun malam hari, tidur terlalu larut, atau masih merasa lelah ketika bangun. Penelitian juga menunjukkan bahwa stres yang dirasakan berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk pada mahasiswa (Huang et al., 2024). Kebiasaan mengerjakan tugas hingga larut malam dapat membuat waktu tidur semakin berkurang.
Baca juga : Demam Berdarah Dengue dan Cara Pencegahannya
Kurangnya kualitas tidur dapat berdampak pada aktivitas mahasiswa keesokan harinya. Rasa lelah dan mengantuk dapat membuat mahasiswa sulit berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Selain itu, kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, menurunkan semangat belajar, dan membuat tubuh terasa kurang bugar.
Hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur dapat membentuk suatu siklus. Ketika tugas semakin banyak, mahasiswa merasa stres dan tidur menjadi terganggu. Sebaliknya, ketika tidur terganggu, tubuh dan pikiran menjadi kurang segar sehingga mahasiswa lebih sulit berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas. Akibatnya, pekerjaan dapat semakin menumpuk dan tekanan akademik kembali meningkat. Hubungan antara stres dan masalah tidur pada mahasiswa juga ditemukan secara konsisten dalam berbagai penelitian (Gardani et al., 2022).
Untuk mengurangi dampak stres akademik terhadap kualitas tidur, mahasiswa dapat mulai mengatur waktu secara teratur. Tugas sebaiknya dikerjakan bertahap dan tidak menunggu mendekati batas pengumpulan. Membuat daftar prioritas dapat membantu menentukan pekerjaan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Selain itu, mahasiswa perlu menyediakan waktu untuk beristirahat, melakukan aktivitas menyenangkan, dan mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur agar tubuh lebih siap beristirahat.
Baca juga : Malam yang Salah, Hari yang Berantakan: Dampak Bergadang bagi Tubuh dan Pikiran
Menjaga kualitas tidur bukan berarti mengabaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Justru, tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu tubuh serta pikiran tetap siap menjalani aktivitas akademik. Mahasiswa juga perlu mengenali tanda-tanda stres dan beristirahat ketika tubuh mulai terasa lelah. Jika tekanan akademik terasa berat dan sulit diatasi, berbicara dengan orang yang dipercaya atau mencari bantuan dari pihak kampus dapat menjadi langkah yang tepat.
Tugas dan tuntutan akademik merupakan bagian dari kehidupan mahasiswa, tetapi kesehatan tidak seharusnya dikorbankan. Dengan mengatur waktu, menyelesaikan tugas secara bertahap, dan memberikan tubuh kesempatan beristirahat, mahasiswa dapat menjalani perkuliahan dengan lebih seimbang. Prestasi akademik memang penting, tetapi menjaga kesehatan selama proses mencapainya juga merupakan bagian dari keberhasilan. Dengan keseimbangan tersebut, tugas dapat diselesaikan tanpa harus mengorbankan waktu istirahat dan produktivitas selama perkuliahan.
Artikel ini ditulis oleh Ninda Sherly Zulfani, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Diedit oleh Putri Namira, Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM8 UINSU Stambuk 2026g
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya