Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama tidur malam. Namun, kesibukan, bangun kesiangan, tidak terbiasa makan pagi, atau keinginan untuk mengurangi asupan makanan membuat sebagian orang sering melewatkan sarapan. Kebiasaan tersebut sering dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kondisi tubuh dan aktivitas sepanjang hari.
Saat bangun tidur, tubuh membutuhkan energi untuk kembali menjalankan berbagai aktivitas. Sarapan dapat menjadi salah satu sumber energi dan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Makanan yang dikonsumsi saat sarapan dapat menyediakan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya. Asupan tersebut membantu tubuh menjalankan fungsi normal serta mendukung seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Kebiasaan tidak sarapan juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lapar sebelum waktu makan berikutnya. Rasa lapar yang berlebihan dapat membuat seseorang memilih makanan secara kurang terkontrol atau mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak. Jika berlangsung terus-menerus dan disertai pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kualitas pola makan secara keseluruhan.
Baca juga : Pentingnya Sarapan bagi Pelajar :Hubungan Pola Makan dengan Aktivitas Sehari-har
Bagi pelajar dan mahasiswa, sarapan juga berkaitan dengan kesiapan menjalani aktivitas belajar. Rasa lapar pada pagi hari dapat membuat seseorang merasa kurang nyaman dan sulit berkonsentrasi. Tubuh yang kekurangan asupan energi juga dapat membuat aktivitas terasa lebih berat. Oleh karena itu, membiasakan sarapan dengan makanan bergizi dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung produktivitas.
Namun, sarapan tidak berarti harus mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Yang lebih penting adalah memperhatikan kualitas dan keseimbangan makanan. Pilihan sederhana seperti nasi dengan telur dan sayuran, roti dengan telur, buah dengan susu, atau makanan bergizi lainnya dapat menjadi pilihan sarapan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Selain itu, jenis makanan saat sarapan juga perlu diperhatikan. Sarapan sebaiknya tidak hanya mengandalkan makanan tinggi gula, tetapi mengandung sumber karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dan mineral. Kombinasi makanan yang seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Kebiasaan ini juga dapat menjadi bagian dari upaya membentuk pola makan sehat sejak dini, terutama bagi mahasiswa yang memiliki jadwal kegiatan padat setiap hari. Pemilihan menu juga dapat disesuaikan dengan ketersediaan pangan dan kemampuan ekonomi setiap keluarga di rumah.
Baca juga : Gula ,Garam ,Lemak:Musuh Dalam Selimut di Meja Makan Kita
Dari perspektif kesehatan masyarakat, kebiasaan sarapan merupakan bagian dari perilaku yang dapat mendukung pola hidup sehat. Edukasi mengenai pentingnya sarapan perlu diberikan, khususnya kepada anak sekolah dan mahasiswa yang memiliki aktivitas cukup padat. Masyarakat juga perlu memahami bahwa pola makan sehat tidak hanya ditentukan oleh satu kali waktu makan, tetapi oleh keseluruhan kebiasaan makan dan gaya hidup.
Kesibukan bukan seharusnya menjadi alasan untuk selalu melewatkan sarapan. Menyiapkan makanan sejak malam atau memilih menu sederhana dapat membantu seseorang tetap mendapatkan asupan pada pagi hari. Dengan membangun kebiasaan makan yang teratur dan memilih makanan yang bergizi, tubuh dapat memperoleh dukungan energi untuk menjalani aktivitas.
Dengan demikian, tidak sarapan pagi memang terlihat seperti kebiasaan sederhana, tetapi jika dilakukan terus-menerus dapat memengaruhi pola makan dan aktivitas sehari-hari. Sarapan yang bergizi dan sesuai kebutuhan dapat menjadi salah satu bagian dari pola hidup sehat. Membiasakan diri untuk tidak melewatkan sarapan merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan dan produktivitas.
Baca juga : Cerdas Cermat JKN Cetak Generasi Muda Melek Jaminan Kesehatan Nasional
Artikel ini ditulis oleh Arneza Yaura Nasution, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.