Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gula, Garam, Lemak: Enak di Meja Makan, Bahaya di Dalam Tubuh
Rabu, 23 September 2026 17:26 WIB
Makanan merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Setiap hari kita membutuhkan makanan untuk mendapatkan energi dan menjalankan berbagai aktivitas. Namun, tanpa disadari, makanan yang kita konsumsi sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan.
Gula, garam, dan lemak sebenarnya tetap dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Gula dapat menjadi sumber energi, garam mengandung natrium yang dibutuhkan tubuh, sedangkan lemak memiliki fungsi penting dalam tubuh. Masalahnya muncul ketika ketiganya dikonsumsi secara berlebihan dan menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Makanan dan minuman yang tinggi gula cukup mudah ditemukan di sekitar kita. Minuman manis, makanan ringan, kue, permen, serta berbagai produk kemasan sering kali mengandung gula tambahan. Rasanya yang manis membuat makanan tersebut mudah disukai dan dikonsumsi berulang kali. Jika kebiasaan ini tidak diimbangi dengan pola makan yang sehat, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Baca juga : Bukan Sekadar Kebiasaan: Cuci Tangan Penting bagi Kesehatan Masyarakat
Hal yang sama juga berlaku pada garam. Banyak orang menganggap makanan belum lengkap jika rasanya kurang asin. Padahal, konsumsi natrium yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Garam tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga dapat ditemukan dalam makanan olahan, makanan instan, saus, makanan ringan, dan berbagai produk kemasan.
Sementara itu, lemak juga sering menjadi perhatian dalam pola makan. Lemak memang diperlukan tubuh, tetapi jenis dan jumlahnya perlu diperhatikan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila menjadi kebiasaan dalam jangka panjang.
Permasalahan konsumsi gula, garam, dan lemak bukan hanya persoalan individu, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Pola makan masyarakat dapat dipengaruhi oleh lingkungan, kebiasaan keluarga, ketersediaan makanan, harga, iklan, serta mudahnya memperoleh makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak.
Baca juga : Pentingnya Pola Hidup Sehat Sejak Dini
Dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat, pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai pola makan seimbang dan belajar memperhatikan kandungan makanan yang dikonsumsi. Membaca informasi nilai gizi pada kemasan dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana untuk membantu memilih makanan dan minuman dengan lebih bijak.
Perubahan pola makan juga tidak harus dilakukan secara drastis. Kita dapat memulainya dengan mengurangi minuman yang terlalu manis, membatasi makanan yang terlalu asin, memilih makanan yang lebih beragam dan bergizi, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara bertahap sesuai dengan kondisi masing-masing.
Menjaga pola makan bukan berarti harus menghindari gula, garam, dan lemak sepenuhnya. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah, jenis, dan frekuensi konsumsinya. Dengan pengetahuan dan kebiasaan yang baik, masyarakat dapat lebih sadar dalam menentukan pilihan makanan sehari-hari.
Baca juga : Luka Ekonomi Keluarga Terdampak Bencana
Kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pengobatan ketika sakit, tetapi juga oleh kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Meja makan dapat menjadi awal dari perubahan tersebut. Mari lebih bijak memilih makanan, karena apa yang kita konsumsi hari ini dapat menjadi bagian dari investasi kesehatan untuk masa depan.
Artikel ini ditulis oleh Nur Asiah Lubis, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM10 UINSU Stambuk 2026e
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya