Kesibukan sebagai mahasiswa sering membuat waktu makan menjadi kurang diperhatikan. Jadwal kuliah yang padat, tugas yang menumpuk, atau kebiasaan bangun terlalu siang dapat membuat mahasiswa memilih untuk menunda makan pagi. Ada yang hanya minum air atau kopi sebelum berangkat kuliah, bahkan ada juga yang baru makan ketika sudah merasa sangat lapar.
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana dan tidak terlalu bermasalah jika dilakukan sesekali. Namun, jika menunda makan pagi menjadi kebiasaan, hal ini dapat memengaruhi kondisi tubuh dan aktivitas mahasiswa sepanjang hari. Rasa lapar yang muncul lebih awal juga dapat membuat mahasiswa merasa kurang nyaman saat mengikuti perkuliahan. Karena itu, waktu makan pagi sebaiknya tidak selalu dikorbankan hanya karena kesibukan atau terburu-buru mengejar jadwal.
Makan pagi merupakan salah satu waktu makan yang dapat membantu tubuh mendapatkan energi setelah beristirahat sepanjang malam. Ketika seseorang melewatkan atau menunda makan pagi, tubuh belum mendapatkan asupan makanan yang cukup untuk menunjang aktivitas. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih cepat lapar, lemas, atau kurang nyaman saat menjalani kegiatan.
Baca juga : Pentingnya Promosi Kesehatan Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
Bagi mahasiswa, keadaan seperti ini tentu dapat mengganggu aktivitas perkuliahan. Rasa lapar yang muncul saat mengikuti kelas juga dapat membuat perhatian lebih mudah teralihkan karena tubuh mulai membutuhkan asupan energi. Selain itu, memulai aktivitas tanpa makan dapat membuat seseorang lebih mudah tergoda untuk memilih makanan secara terburu-buru ketika rasa lapar sudah muncul. Oleh sebab itu, memperhatikan waktu makan sejak pagi dapat membantu mahasiswa menjalani kegiatan dengan lebih teratur.
Kebiasaan menunda makan pagi juga sering berkaitan dengan pola hidup mahasiswa yang kurang teratur. Misalnya, tidur terlalu larut karena mengerjakan tugas membuat seseorang bangun dalam keadaan terburu-buru. Akibatnya, waktu untuk makan pagi sering dianggap tidak penting dibandingkan dengan mengejar jadwal kuliah. Selain itu, sebagian mahasiswa mungkin merasa tidak sempat menyiapkan makanan pada pagi hari.
Padahal, menjaga pola makan tidak selalu membutuhkan makanan yang sulit dibuat. Makanan sederhana yang mudah disiapkan tetap dapat menjadi pilihan agar mahasiswa tidak terbiasa memulai aktivitas dalam keadaan lapar. Kebiasaan tersebut juga dapat dipengaruhi oleh jadwal kuliah yang dimulai pagi sehingga mahasiswa merasa harus memilih antara makan dan segera berangkat. Jika kondisi seperti ini terus terjadi, waktu makan dapat menjadi semakin tidak teratur dan sulit diperbaiki.
Baca juga : Dari Kesadaran Menuju Masyarakat Sehat
Untuk mengurangi kebiasaan menunda makan pagi, mahasiswa dapat mulai membuat jadwal harian yang lebih teratur. Mengatur waktu tidur pada malam hari dapat membantu agar tidak bangun terlalu terburu-buru pada pagi hari. Mahasiswa juga dapat menyiapkan makanan atau bahan makanan sejak malam sebelumnya sehingga waktu yang dibutuhkan pada pagi hari menjadi lebih singkat.
Jika belum terbiasa makan dalam jumlah banyak pada pagi hari, kebiasaan tersebut dapat dimulai secara perlahan dengan makanan yang sederhana. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk tidak terus-menerus mengabaikan waktu makan pagi. Membuat pengingat waktu makan juga dapat dilakukan bagi mahasiswa yang sering lupa makan karena terlalu fokus pada kegiatan. Dengan perencanaan sederhana, makan pagi dapat tetap dilakukan meskipun aktivitas perkuliahan cukup padat.
Menjaga waktu makan merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa memang memiliki berbagai kesibukan, tetapi kesehatan tetap perlu diperhatikan agar aktivitas perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Menunda makan pagi mungkin terlihat sebagai kebiasaan kecil, tetapi jika dilakukan terus-menerus, pola tersebut dapat membuat waktu makan menjadi tidak teratur.
Baca juga : Melanjutkan Kebiasaan Baik Mencuci Tangan
Oleh karena itu, mahasiswa perlu mulai memperhatikan kebiasaan makan pagi dan menyesuaikannya dengan aktivitas sehari-hari. Dengan mengatur waktu dan mempersiapkan makanan lebih awal, makan pagi dapat menjadi kebiasaan sederhana yang mendukung aktivitas mahasiswa. Perubahan tidak harus dilakukan secara langsung dan besar. Memulai dari kebiasaan kecil, seperti bangun sedikit lebih awal dan menyediakan waktu untuk makan, dapat menjadi langkah awal untuk membentuk pola hidup yang lebih teratur.
Artikel ini ditulis oleh Rara Suci Amalia, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Putri Namira, Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.