Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persib Siap Ukir Sejarah di ACC 2026/27
- Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara
- Magnitudo Gempa Hari Ini Di Sumba Tercatat Yang Terbesar Dalam Sepekan Terakhir
- Harry Kane Puji Lini Serang Inggris Usai Hancurkan Kroasia 7-0
- Gagal Emas di Asian Games, Bintang/Sofyan Langsung Kejar Tiket Olimpiade
Selama bertahun-tahun, puskesmas identik sebagai tempat berobat ketika masyarakat sakit. Warga datang dengan berbagai keluhan, seperti demam, batuk, tekanan darah tinggi, atau gangguan kesehatan lain yang sudah dirasakan. Ketika gejala muncul, puskesmas menjadi salah satu tempat pertama yang dituju masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan.
Namun, ketika tubuh terasa sehat dan tidak ada keluhan yang mengganggu, sebagian masyarakat justru jarang memiliki alasan untuk datang ke puskesmas. Hal ini menunjukkan bahwa puskesmas masih sering dipandang sebagai tempat untuk mengobati penyakit, bukan sebagai tempat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan sebelum seseorang mengalami masalah kesehatan.
Cara pandang tersebut terbentuk bukan tanpa alasan. Sistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia sejak lama dibangun dengan orientasi penanganan penyakit atau kuratif. Pedoman kerja puskesmas yang menjadi rujukan sejak 1970-an lahir pada masa ketika tantangan kesehatan Indonesia masih banyak berkaitan dengan masalah gizi, kesehatan ibu dan anak, serta penyakit menular. Struktur pelayanan yang dibentuk pada masa tersebut memang disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat pada zamannya.
Baca juga : Langkah Kecil Menuju Hidup Sehat di Masyarakat
Namun, kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini telah mengalami banyak perubahan. Angka harapan hidup meningkat dan jumlah penduduk lanjut usia terus bertambah. Di sisi lain, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas menjadi masalah kesehatan yang semakin banyak ditemukan. Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan setelah seseorang sakit, tetapi juga perlu menekankan upaya pencegahan sejak dini.
Perubahan tersebut membuat peran puskesmas perlu semakin luas. Puskesmas tidak hanya menunggu masyarakat datang ketika sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga berperan dalam menjaga agar masyarakat tetap sehat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemberian informasi mengenai pola hidup sehat, serta deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit.
Pendekatan preventif menjadi semakin penting karena beberapa penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Seseorang dapat terlihat sehat, tetapi sebenarnya memiliki tekanan darah atau kadar gula darah yang tinggi. Apabila kondisi tersebut tidak diketahui sejak awal, risiko munculnya masalah kesehatan yang lebih serius dapat meningkat. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi tubuh dan faktor risiko yang dimiliki.
Baca juga : Cermat Memilih Makanan, Cerdas Menjaga Kesehatan
Masyarakat juga perlu mengubah kebiasaan dalam memandang pelayanan kesehatan. Datang ke puskesmas tidak harus menunggu sampai sakit. Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kondisi tubuh sekaligus menjadi langkah untuk mengetahui masalah kesehatan lebih awal. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatannya.
Selain memberikan pelayanan kepada individu, puskesmas juga memiliki peran dalam meningkatkan kesehatan di tingkat masyarakat. Kegiatan seperti penyuluhan kesehatan, posyandu, pemantauan kesehatan kelompok masyarakat, serta berbagai program pencegahan penyakit merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan primer. Melalui kegiatan tersebut, puskesmas dapat lebih dekat dengan masyarakat dan memahami berbagai masalah kesehatan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Kesehatan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. Puskesmas dapat menjadi salah satu penghubung antara masyarakat dengan informasi, pemeriksaan, serta pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Kerja sama antara tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan yang sehat.
Baca juga : Layar Makin Dekat, Gerak Semakin Sedikit di Tengah Era Digital dan Kesehatan Mas
Dengan demikian, puskesmas tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat untuk berobat ketika sakit. Puskesmas juga merupakan tempat untuk mencegah penyakit, mendeteksi masalah kesehatan lebih awal, mendapatkan edukasi, serta membangun kebiasaan hidup sehat. Pergeseran dari pendekatan kuratif menuju pendekatan promotif dan preventif menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan tantangan kesehatan masyarakat Indonesia saat ini.
Artikel ini ditulis oleh Khayla Terre Fany, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Wacana ini kemudian diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM10 UINSU Stambuk 2026b
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya