Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Saat tidur, tubuh mendapatkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi setelah melakukan berbagai aktivitas. Tidur yang cukup juga membantu menjaga konsentrasi, fungsi tubuh, dan kondisi mental agar seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Namun, kesibukan dan kebiasaan tidur terlalu larut membuat banyak orang sering mengabaikan waktu istirahat.
Kurangnya waktu tidur sering dianggap sebagai hal biasa, terutama ketika seseorang memiliki banyak kegiatan. Padahal, kebiasaan tidur yang tidak cukup dan tidak teratur dapat memberikan dampak terhadap kesehatan. Rasa mengantuk pada siang hari, sulit berkonsentrasi, tubuh terasa lelah, dan perubahan suasana hati dapat muncul ketika seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Jika kebiasaan tersebut berlangsung dalam waktu lama, risiko terhadap berbagai masalah kesehatan juga dapat meningkat.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep and Breathing pada tahun 2022, durasi tidur yang tidak sesuai berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan. Penelitian tersebut merupakan umbrella review yang menganalisis berbagai hasil penelitian sebelumnya. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara durasi tidur yang tidak sesuai dengan penyakit kardiovaskular, penurunan fungsi kognitif, depresi, sindrom metabolik, dan stroke.
Baca juga : Layar di Tengah Malam: Kebiasaan Menggunakan Gadget dan Kesehatan Remaja
Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine pada tahun 2017 juga menunjukkan hubungan antara durasi tidur yang pendek dengan beberapa masalah kesehatan. Berdasarkan analisis terhadap 153 penelitian dengan lebih dari lima juta peserta, tidur yang terlalu singkat berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, obesitas, dan kematian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang tidak hanya menyebabkan rasa lelah, tetapi juga dapat berkaitan dengan kesehatan seseorang secara keseluruhan.
Selain jumlah jam tidur, keteraturan waktu tidur juga perlu diperhatikan. Penelitian dalam jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism tahun 2020 membahas hubungan antara waktu tidur, keteraturan tidur, dan kesehatan pada orang dewasa. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pola tidur yang tidak teratur dan waktu tidur yang kurang baik dapat berkaitan dengan berbagai hasil kesehatan yang kurang baik. Karena itu, membangun jadwal tidur dan bangun yang teratur menjadi bagian penting dari kebiasaan hidup sehat.
Untuk orang dewasa, hasil penelitian dalam jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism menunjukkan bahwa durasi tidur sekitar 7–8 jam per hari paling konsisten berkaitan dengan kondisi kesehatan yang baik. Namun, kebutuhan tidur dapat berbeda berdasarkan usia sehingga waktu tidur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok usia.
Baca juga : Meningkatkan Minat Baca di Kalangan Pelajar
Menjaga pola tidur dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Mengatur waktu tidur dan bangun secara teratur, memberikan waktu yang cukup untuk beristirahat, serta menghindari kebiasaan yang membuat waktu tidur terus tertunda dapat membantu membentuk pola tidur yang lebih baik. Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya seseorang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Tidur cukup bukan sekadar menghilangkan rasa mengantuk, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Dengan membiasakan tidur yang cukup dan teratur, masyarakat dapat mendukung kesehatan serta meningkatkan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menerapkan pola hidup sehat.
Artikel ini ditulis oleh Amira Layla Harahap, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.