BREAKING NEWS
 

Pasca Pilpres, Investasi Kuartal Dua Tembus Rp200 Triliun

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 30 Juli 2019 19:25 WIB
kata Kepala BKPM Thomas Lembong (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi triwulan II-2019 mencapai Rp 200,5 triliun, meningkat sebesar 13,7% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Total investasi tersebut, menyumbang 25,3% terhadap target tahun 2019, yaitu sebesar Rp 792 triliun.

“Capaian investasi periode ini berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 255.314 orang,” kata Kepala BKPM, Thomas Lembong di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/7) siang.

Menurut Lembong selama triwulan II tahun 2019 realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 95,6 triliun naik 18,6% dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 104,9 triliun naik 9,6% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara jumlah tenaga kerja yang terserap, sebanyak 141.153 orang pada proyek PMDN, dan 114.161 orang pada proyek PMA.

Jika dicermati angka realisasi triwulan II 2019, dibandingkan dengan realisasi triwulan I-2019 lalu, terlihat adanya kenaikan walau hanya tumbuh sekitar 2,8%. 

Baca juga : Bahas Investasi Mobil Listrik, Bos Hyundai Temui Jokowi

“Ini mengindikasikan adanya peluang peningkatan realisasi investasi setelah semester I. Tentunya, tidak lepas dari kondisi politik dalam negeri yang semakin stabil setelah penetapan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 – 2024,” jelas Thomas.

Dengan realisasi investasi pada Triwulan II itu, maka menurut Kepala BKPM, realisasi investasi periode Semester I (Januari-Juni) tahun 2019 mencapai Rp 395,6 triliun. 

Angka tersebut, terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp 182,8 triliun (naik 16,4%) dan realisasi PMA sebesar Rp 212,8  triliun (naik 4,0%) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun total penyerapan tenaga kerja mencapai 490.715 tenaga kerja Indonesia yang terserap.

Adsense

”Realisasi investasi periode Januari-Juni 2019 masih didominasi sektor infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik dan konstruksi. Terlihat juga bahwa investasi infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar dan sifatnya multi-years, tetap ada realisasinya dengan kondisi ekonomi global dan regional yang penuh tantangan dan ketidakpastian,” lanjut Thomas.

Baca juga : Ekspor Tekstil Ditarget Tembus Rp 209 T

Luar Pulau Jawa Meningkat

Adapun dari sisi lokasi, menurut Lembong, selama periode semester I tahun 2019 realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 218,1 trilliun, naik 5,8% dari semester I tahun 2018 sebesar Rp 206,2 trilliun. Sedangkan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 177,5 trilliun atau meningkat 14,2% dari semester I tahun 2018 sebesar Rp 155,4 trilliun.

Lokasi tersebut, antara lain Jawa Barat (Rp 68,7 triliun, 17,4%); DKI Jakarta (Rp 54,5 triliun, 13,8%), Jawa Tengah (Rp 36,2 triliun, 9,1%), Jawa Timur (Rp 32,0 triliun, 8,1%); dan Banten (Rp 24,6 triliun, 6,2%).

“Satu hal yang cukup menggembirakan, realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat, relatif lebih besar dari Pulau Jawa selama periode Januari – Juni 2019 ini. Semoga kondisi ini terus dikembangkan, untuk mewujudkan keseimbangan pertumbuhan wilayah di Indonesia,” ujarnya

Baca juga : Transaksi Agen BRILink Tembus Rp 331 Triliun

Sementara lima negara teratas dengan realisasi investasi terbesar semester I tahun 2019, yaitu Singapura (3,4 miliar dollar AS, 23,9%); Jepang (2,4 miliar dollar AS, 16,9%); RRT (2,3 miliar dollar AS, 16,2%); Hong Kong, RRT (1,3 miliar dollar AS, 9,2%); dan Malaysia (1,0 miliar dollar AS, 7,0%). (NOV)

Berdasarkan sektor usaha, ada lima sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar untuk periode semester I tahun 2019, antara lain: Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 71,8 triliun, 18,0 %); Listrik, Gas dan Air (Rp 56,8 triliun, 14,4 %); Konstruksi (Rp 32,0 triliun, 8,2 %); Industri Makanan (Rp 31,9 triliun, 8,1%); serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 31,0 triliun, 7,8%).

Ke depan, lanjut Lembong, BKPM akan meningkatkan pemantauan atas realisasi Perizinan Berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) termasuk memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya. [NOV]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense