Sebelumnya
Ketua Kelompok Buntikku, Sumiyati, menyambut antusias kegiatan pelatihan yang diinisiasi oleh Kilang Cilacap.
“Ini menjadi wujud sinergi yang terjalin sangat baik selama ini. Kami yakin kegiatan ini bermanfaat untuk memberdayakan para mantan TKW untuk fokus pada potensi lokal sehingga tidak harus menjadi TKW lagi,” katanya.
Baca juga : Nadiem: Alumni Program Kampus Merdeka Cepat Dapat Kerja, Gajinya Juga Gede
Pokdakan dan Buntikku membentuk kawasan wisata terpadu Kampoeng Kepiting serta pengelolaan sampah oleh Bank Sampah Abhipraya.
Sampah organik dikembangkan untuk budi daya magot dan kompos yang bernilai ekonomis. Sedangkan sampah anorganik dipilah kembali untuk dimanfaatkan ulang, antara lain menjadi cacahan plastik yang bisa dijual kembali dengan harga lebih tinggi, serta pembuatan paving block.
Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru Di Sektor Pangan
Selain meningkatkan perekonomian Masyarakat, bank sampah menjadi upaya merawat lingkungan tetap bersih.
Kawasan Kampoeng Kepiting dikembangkan dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kilowatt peak (kWp) untuk menyuplai kebutuhan listrik di area wisata dengan energi baru terbarukan.
Baca juga : Masuk Kajian PBB, Program Makan Bergizi Prabowo Banyak Manfaatnya
Kehadiran PLTS tersebut mampu menurunkan emisi karbon sebesar 8.580 kilogram setara CO2/tahun dan mampu menghemat konsumsi listrik sebesar Rp 13 juta/tahun.
Program Mamaku yang terdiri atas Kelompok Pokdakan, Kelompok Buntikku dan Bank Sampah Abhipraya melibatkan sebanyak 40 orang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.