Sebelumnya
Adapun Kantor Cabang Pelni dari Sabang sampai Merauke atau dari Rote sampai Miangas berjumlah 44 cabang dengan 306 terminal point.
Seluruh kapal Pelni menyinggahi lebih dari 306 pelabuhan, baik pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo maupun oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP).
“Peran Pelni adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak di bidang pelayaran transportasi. Dan menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki angkutan penumpang,” katanya.
Sayangnya, beberapa kapal yang dimiliki Pelni ada yang usianya sudah melebihi 30 tahun. Ia lalu mencontohkan Kapal Umsini dan Kapal Kelimutu, yang telah berusia 39 tahun, serta Kapal Lawit telah berusia 38 tahun pada 2024.
“Kami berencana mengganti 12 kapal tua, dengan membeli kapal baru secara bertahap. Kapal-kapal yang akan diganti sesuai urutan umur tertua kapal,” terangnya.
Baca juga : Pengusaha China Dan Jepang Siap Garap Properti Di IKN
Sebagai informasi, saat ini, Pelni dalam proses mendapat pencairan PMN sebesar Rp 1,5 triliun dari dana cadangan pembiayaan investasi 2024 dan usulan Rp 2,5 triliun dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2025.
“Dari PMN Rp 1,5 triliun yang sudah disetujui itu akan digunakan untuk membayar uang muka 3 unit kapal,” ujarnya.
Sementara usulan PMN sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun depan bakal digunakan untuk membeli 2 kapal baru, yang akan ditambah dengan kas perusahaan.
Menurut perhitungannya, pembuatan kapal baru membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 triliun per unit.
Artinya, sambung dia, jika dihitung untuk memenuhi penggantian 12 kapal tua terserbut, maka Pelni membutuhkan anggaran sekitar Rp 18 triliun.
Baca juga : DPRD: Please, Perbanyak Terowongan Bawah Tanah
“Makanya, usulan PMN bertahap, karena kalau dikasih langsung, (untuk beli) 12 kapal, galangan kapal yang besar-besar hanya mampu (memproduksi) 3 kapal,” sambungnya.
Ia menambahkan, jika PMN ke Pelni cair pada Desember 2024, kemungkinan perusahaan menyelesaikan proses pemilihan konsultan, serta desain kapal pada akhir 2025.
Sedangkan proses pembuatan kapal kemungkinan dimulai pada awal 2026.
“Kalau 2026 mulai bikin, berarti akhir 2028 sudah selesai. Sehingga paling cepat kapal sudah bisa digunakan awal 2029,” harapnya.
Sejauh ini, Pelni telah menjajaki pembuatan kapal ini ke beberapa negara di kawasan Eropa dan Asia.
Baca juga : Ambisi Rebutan Emas Bakal Panas
“Kami pastikan juga, pengadaan kapal dilaksanakan secara transparan, melalui proses tender dan berpedoman pada tata kelola perusahaan yang baik,” pungkasnya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Jumat, 9 Agustus 2024 dengan judul "Dapat Kucuran PMN Rp 4 Triliun, Pelni Bersiap Ganti Kapal Berusia Uzur"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.