Dark/Light Mode

220 Investor Tertarik Berinvestasi

Pengusaha China Dan Jepang Siap Garap Properti Di IKN

Jumat, 9 Agustus 2024 07:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Basuki Hadimuljono.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Basuki Hadimuljono.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengusaha asal China dan Jepang siap menggelontorkan dana untuk sektor properti di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Basuki Hadimuljono menjelaskan, jumlah Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat investasi di IKN sebanyak 472. Namun dari jumlah tersebut, yang dipastikan layak disebut sebagai investor hanya 220 LoI.

Baca juga : DPRD: Please, Perbanyak Terowongan Bawah Tanah

Menurutnya, hal itu lantaran kebanyakan dari 472 LoIitu bercampur dengan kontraktor, konsultan, hingga supplier. Basuki mengaku, tengah melobi untuk mendapatkan kepastian dari 220 LoIini.

“Dari sekitar 220 investor tersebut, terdapat 45 investor yang kemarin sudah melakukan groundbreaking,” kata Basuki di Jakarta, Kamis (8/8/2024)

Baca juga : Ambisi Rebutan Emas Bakal Panas

Basuki bilang, investor dari Jepang dan China tersebut akan fokus masuk di sektor properti IKN. Bukan hanya perumahan, tapi juga hotel dan perkantoran.

Terkait tugasnya dalam Satuan Tugas atau Satgas Percepatan Investasi di IKN, Basuki mengaku hanya melanjutkan.

Baca juga : The Dream Team Ogah Lengah

“Ketua Satgas Percepatan Investasi di IKN, yakni Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bapak Bahlil Lahadalia membantu mempercepat,” jelasnya.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 2024, dalam rangka percepatan persiapan, pembangunan, pemindahan, serta pengembangan IKN Nusantara sebagai pusat pemerintahan dan pusat pengembangan perekonomian Indonesia sentris sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha dalam memperoleh perizinan berusaha, kemudahan berusaha dan fasilitas penanaman modal yang bersifat lintas sektor dan kewenangan, maka dibentuk Satgas IKN yang selanjutnya disebut Satuan Tugas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.