BREAKING NEWS
 

Pertamina Beri Pelatihan Membatik Dan Buat Kue

Ini Cara Agar Mantan Napi Survive Di Kehidupan Baru

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 8 September 2024 07:05 WIB
Pelatihan membatik menjadi salah satu program unggulan yang diajarkan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Jumat (6/9/2024). Kegiatan ini bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina EP Jambi Field untuk membekali WBP agar memiliki keahlian baru, sehingga bisa mengembangkan usaha usai masa penahanan. Foto: DOC : HUMAS PHE

 Sebelumnya 
Dari kegiatan ini, mereka mengaku memperoleh sedikit pendapatan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan harian­nya selama di Lapas. Hal ini cukup untuk tidak membebani keluarga. Bahkan, mereka bisa menyisihkan penghasilannya untuk dikirim ke keluarga.

Manager Pertamina EP Jambi Field Hermansyah berharap, program pemberdayaan warga binaan ini bisa berjalan ber­kesinambungan. Artinya, ke­ahlian yang didapatkan melalui pelatihan bisa benar-benar di­implementasikan oleh mereka ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

“Mereka sudah punya keahlian baru, yang seharusnya bermanfaat untuk memulai usaha dan hidup mandiri. Jangan sampai balik lagi ke Lapas,” tegas Hermansyah.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) & Giantja Lembaga Pemasyaraka­tan Perempuan (LPP) Kelas IIB Jambi Ria Rachmawati menjelas­kan, tidak semua warga binaan bisa mengikuti pelatihan tersebut.

“Tentu ada syarat dan aturan tertentu yang harus dipatuhi. Seperti harus sudah menjalani sepertiga dari masa hukuman,” katanya.

Karenanya, dari 217 warga binaan yang ada di sini, hanya sekitar 70 orang yang mengikuti pelatihan ini.

Baca juga : Swiss Vs Spanyol, Misi Meraih Kemenangan

Dia melihat, berlangsungnya aktivitas di lapas yang berkelan­jutan, mendorong warga binaan untuk terus mengembangkan potensi dirinya.

Bahkan, pihaknya juga turut mempromosikan produk-produk warga binaanya ke banyak insti­tusi pemerintahan, bekerja sama dengan desainer lokal untuk mendesain batik dan produk tu­runannya. Lalu, turut aktif dalam acara bazar.

Hingga memanfaatkan e-commerce ataupun media sosial sebagai wadah promosi produk-produk yang dihasilkan.

“Yang orderannya ada terus itu tata boga. Kalau batik, kain 2 sampai 2,5 meter bisa dijual seharga Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung desain dan motif,” katanya.

Tak sampai di situ, beberapa motif batik yang dihasilkan warga binaan ini juga ada yang telah terdaftar HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Total motif ada 40, tujuh motif sudah ada hak ciptanya. Misalnya, motif corona sudah didaftarkan HAKI, dengan No­mer Pendaftaran IDD000058653 masa berlaku 10 tahun, yakni ter­hitung sejak tanggal penerimaan pemohon 14 Juli tahun 2020.

Baca juga : Pemprov Kudu Buka Posko Pengaduan Di RT Dan RW

Dia menuturkan, motif corona ini merupakan hasil kreatifitas saat terjadi pandemi Covid-19. Ide ini menunjukkan rasa rindu warga binaan terhadap keluarganya.

“Hampir dua tahun, tidak bo­leh ada kunjungan, hanya bisa kunjungan online. Jadilah ada ide-ide yang tercipta dari kondisi yang dirasakan,” katanya.

Dia pun berharap, program pelatihan ini bisa membawa perubahan bagi kehidupan warga binaan ke depannya. Termasuk bagi mereka yang sudah bebas dari lapas.

Hal ini diamini salah satu mantan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meli kurniati, yang telah bebas sejak 2022.

Dia mengaku mendapat pela­tihan membatik saat berada di lapas pada 2019. Kala itu, batik menjadi program pelatihan satu-satunya yang diajarkan.

“Saya angkatan pertama yang dapat pelatihan batik,” akunya.

Baca juga : Garuda Hajar 2 Gajah Perang

Sayangnya, ketika selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke masyarakat, tidak ada program lanjutan.

Untuk itu, semenjak bebas dari lapas, perempuan usia 37 tahun itu berusaha memenuhi kebutuhan hariannya dengan membuat kue-kue kering. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 8 September 2024 dengan judul "Pertamina Beri Pelatihan Membatik Dan Buat Kue, Ini Cara Agar Mantan Napi Survive Di Kehidupan Baru"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense