Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ngantor Di IKN Sebelum Lengser
Jokowi Pamitan Dan Minta Maaf
RM.id Rakyat Merdeka - Blusukan Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana di Pasar Soponyono, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/9/2024), terasa unik. Karena di pasar tersebut, Jokowi tidak hanya berdialog dan memberikan bantuan, tapi menyampaikan sambutan dadakan. Tanpa podium atau microfon, hanya memakai toa sebagai pengeras suara, Jokowi pamitan dan minta maaf kepada masyarakat. Di sisi lain, Istana memastikan Jokowi akan berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) 10 September ini sampai 19 Oktober atau sehari sebelum lengser.
Sebenarnya, kegiatan Jokowi di Pasar Soponyono ini, tidak berbeda saat dirinya datang ke pasar-pasar tradisional lainnya di Indonesia. Presiden datang untuk berdialog dengan pedagang, berbelanja, sambil membagi-bagikan bantuan.
Pukul 08.53 WIB, Jokowi dan Ibu Iriana tiba di lokasi. Ratusan masyarakat yang terdiri dari pedagang dan pengunjung pasar, langsung berebut untuk mendekat dengan Jokowi. Sejumlah pasukan Paspampres nampak mengeluarkan paket barang warna merah muda berisi sembako dan kaos hitam untuk dibagikan ke masyarakat.
Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam, sedangkan Ibu Iriana yang memakai kebaya putih dengan celana panjang hitam, masih sempat melayani permintaan salaman dan foto-foto dari masyarakat yang mayoritas adalah ibu-ibu.
Kepala Negara lalu masuk ke dalam pasar. Berkeliling-keliling dari lapak 1 ke lapak lainnya. Sesekali, Kepala Negara berdialog untuk mengecek harga, khususnya kebutuhan pokok. Sementara Ibu Iriana yang berada di sebelahnya, terlihat asik memborong dagangan dari pedagang.
Habis blusukan di dalam pasar, Jokowi dan Ibu Iriana berjalan ke luar. Masyarakat yang sejak tadi masih menunggu kehadiran orang nomor 1 di Indonesia itu, langsung berebut untuk mendekat. Namun, petugas paspampres dengan sigap membuat pagar betis agar masyarakat tidak terlalu dekat.
Di momen inilah, Jokowi tiba-tiba berdiri di anak tangga yang menjadi akses ke lantai 2. Dia lalu meminta kepada ajudannya, AKP Muhammad Syarif Fitriansyah untuk mengambilkan toa. Dalam hitungan menit, toa pun datang. Jokowi tanpa meragu mengambil bagian pengeras suara. Sementara badan toa, dipegang oleh ajudan yang diarahkan ke arah warga.
Baca juga : Jokowi: Kita Tidak Ingin Yang Sakit Ke Singapura
"Bapak, Ibu sekalian, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Jokowi membuka sambutannya.
Awalnya, Jokowi melaporkan hasil dialognya dengan sejumlah pedagang di pasar. Hasilnya, Jokowi mengaku puas dengan kondisi harga-harga pangan yang cenderung stabil.
"Dan saya lihat tadi harga bawang merah diangka Rp 25 ribu. Kemudian telur juga Rp 24 ribu, Rp 25 ribu. Tadi mungkin yang agak mahal bawang putih Rp 45 ribu. Tapi secara umum saya kira harganya masih stabil dan kondisinya masih baik," tuturnya.
Setelah itu, barulah Presiden menyampaikan pesan perpisahan ke warga. Bukan sekadar berpisah karena akan pulang dari pasar, melainkan juga berpisah sebagai Presiden. Karena masa jabatan yang diembannya akan berakhir pada 20 Oktober 2024 nanti
“Saya ingin mohon pamit dan mohon maaf. Nyueun pangapunten kalau ada hal-hal yang kurang berkenan di hati Bapak, Ibu semuanya nggih,” pinta Jokowi yang disambut teriakan dari warga yang hadir.
Setelah itu, Jokowi bergegas untuk pergi meninggalkan pasar. Sebelum memasuki mobil, Presiden sempat melayani pernyataan wartawan yang hadir di lokasi. Kepada wartawan, Jokowi menjelaskan maksud dirinya mengucapkan salam perpisahan kepada pedagang di pasar.
Kepada awak media, Jokowi menuturkan memang sengaja pamit kepada masyarakat Surabaya. Sebab, 20 Oktober mendatang ia sudah tidak lagi menjabat sebagai orang nomor wahid di Indonesia.
Baca juga : Tutup Seluruh Akses Ke Situs Pornografi!
"Ya kan pas ke masyarakat, sambil pamit kan bulan depan sudah purna tugas," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, respons masyarakat ketika mendengar dirinya pamit cukup baik. Mengingat, mantan Wali Kota Solo itu sudah dua periode menjadi Presiden RI. "(Responnya warga) Nggih. (Waktu saya bilang) nyuwun pangapunten (dijawab warga) nggih," imbuh Jokowi sambil tersenyum.
Berkantor Di IKN
Di sisa akhir masa jabatannya, Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Eks Gubernur DKI Jakarta itu akan mulai berkantor sejak tanggal 10 September hingga 19 Oktober 2024.
"Di antara tanggal itu, ada beberapa di sela-sela itu kegiatan rapat dan lain-lain, termasuk mungkin kunker dari IKN ke kota lainnya," ungkap Kasetpres Heru Budi Hartono di kawasan Ragunan, Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Di IKN, Jokowi tidak sendiri. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga akan ditemani Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Presiden (Setpres) yang ikut berkantor. "Kalau Setpres sudah mulai di sana tapi kalau kementerian lain saya nggak tahu. Intinya Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) yang bertugas sudah di sana sejak kemarin," lanjutnya.
Heru menjelaskan, selama berkantor di IKN, Presiden tidak hanya bekerja tapi juga mengundang beberapa pihak untuk rapat. "Ya beliau kerja di sana sambil mengundang yang terkait untuk rapat," pungkas Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta itu. UMM
Baca juga : Komedian Qomar Kandas Maju Bacawabup Pandeglang
Sementara itu, Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic Consultant (ARSC) Dimas Oky Nugroho mengapresiasi Jokowi yang masih keliling daerah di sisa masa jabatannya. Sebagai Presiden yang akan purna tugas, kata dia, kunjungan ke berbagai daerah memang harus dimanfaatkan oleh Jokowi untuk berpamitan kepada rakyat.
Secara positif, lanjut dia, permohonan maaf Jokowi ini juga harus dinilai sebagai cara komunikasi politik populis ala Jokowi. Tidak hanya ditujukan kepada rakyat, tapi juga secara tidak langsung kepada masyarakat politik Indonesia secara luas.
"Hal ini harus dinilai sebagai upaya politik Jokowi untuk mendapatkan simpati publik sebagai seorang presiden yang dipersepsikan dekat dengan rakyat dan akan segera lengser untuk berpamitan dan menyatakan permohonan maaf secara langsung di hadapan rakyat," ujar Dimas kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Terkait rencana Jokowi untuk berkantor di IKN di akhir masa jabatannya, Dimas menilai, Jokowi ingin menunjukkan komitmen politiknya untuk segera mengaktivasi IKN sebagai episentrum pemerintahan yang baru. Kepindahan presiden dan berbagai aktivitasnya di sana nantinya juga diharapkannya dapat 'mendorong' adaptasi bagi seluruh masyarakat politik tanah air terkait keberadaan IKN.
Namun, lanjut dia, menghabiskan sisa waktu jabatan dengan berkantor di IKN akan menimbulkan problem lain. Problemnya adalah besar-kecilnya simpati atau dukungan dari publik dan masyarakat politik Indonesia terhadap keputusan Jokowi tersebut.
"Ketidaksiapan infrastruktur IKN tentunya akan pula berpengaruh pada efektivitas jalannya pemerintahan dan transisi politik yang sedang berlangsung yang diharapkan berjalan secara smooth," pungkas Dimas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.