BREAKING NEWS
 

Program CSR Pertamina Hulu Kaltim Lahirkan Kawasan Eduwisata Kampung Kopi Luwak

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 2 Oktober 2024 15:58 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Sinergi dan kolaborasi PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dengan kelompok petani kopi di Desa Prangat Baru, Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mengubah desa tersebut menjadi kawasan edukasi dan wisata (eduwisata).

Melalui Program Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru, atau disingkat Kapak Prabu, kondisi ekonomi masyarakat menjadi lebih baik dengan hadirnya budidaya kopi liberika dan lingkungan pun tetap terjaga melalui konservasi satwa luwak yang mampu meningkatkan nilai ekonomi kopi.

Sejak pengembangan sebagai lokasi eduwisata, jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Desa Prangat Baru terus meningkat.

Dari 591 wisatawan yang datang pada tahun 2022, naik menjadi 1.763 wisatawan pada tahun 2023 lalu.

Ketua Kelompok Tani Kapak Prabu, Rindoni, mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk meneliti pengaruh peningkatan intensitas kunjungan tamu ke Program Kapak Prabu terhadap keberadaan habitat satwa luwak liar di wilayah ini.

Baca juga : Program Pertamina UMK Academy Raih Penghargaan dari Marketeers Editor`s Choice Award 2024

”Perencanaan kegiatan monitoring satwa luwak liar harus dilakukan secara terpadu,” tutur Rindoni.

Program Kapak Prabu berawal ketika PHKT, selaku pengelola fasilitas hulu migas Terminal Santan, memberikan bantuan berupa pupuk kompos hasil biogreening kepada kelompok petani kopi di Desa Prangat Baru pada tahun 2020.

Kolaborasi tersebut berlanjut hingga berhasil melakukan pengembangan budi daya Kopi Liberika dan Kopi Luwak satu-satunya di Kalimantan Timur.

“Seiring berjalannya waktu, potensi Kapak Prabu ini tumbuh menjadi kampung ekowisata yang ditandai dengan terbentuknya empat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Prangat Baru dengan total 152 penerima manfaat,” ungkap Rindoni.

Setelah hampir lima tahun pendampingan dari PHKT, Program Kapak Prabu ini dinilai siap untuk menuju tahap mandiri secara keseluruhan.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Regional JBB Bukukan Transaksi Ratusan Juta Rupiah

Rindoni menjelaskan, pihaknya membuka kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, tidak hanya dengan PHKT.

“Keterlibatan pemerintah juga penting, di mana pemerintah harus ada kontribusi untuk petani dengan memberikan gagasan yang dapat diaplikasikan dengan jelas. Selain itu, kalangan akademisi juga dapat membantu membina menjadikan petani yang serius agar hasilnya lebih optimal,” ungkapnya.

Adsense

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), menurut Rindoni, memberikan kesempatan kepada produk kopi luwak untuk berkembang sebagai oleh-oleh kopi khas Kalimantan Timur.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan strategi branding dan pemasaran produk kopi yang melibatkan entitas seperti asosiasi hotel di Kalimantan Timur.

Menurut Rindoni, masyarakat merasakan banyak manfaat dari Program Kapak Prabu. Dari sisi ekonomi, dimana pendapatan setiap anggota per bulan sebesar Rp 3.285.294,- pada tahun 2022, meningkat menjadi Rp 4.788.323,- per bulan pada tahun 2023.

Baca juga : Dirut Pertamina Pastikan Pasokan Elpiji 3 Kg Di Surakarta Aman

Penjualan kopi liberika pun memberikan omzet sekitar Rp72 juta per tahun, penghematan modal produksi Rp83 ribu per bulan dari penggunaan panel surya, dan sertifikat PIRT & Halal.

Produk Kopi Luwak Liberika memiliki empat diferensiasi produk kopi, yaitu Liberika honey, Luwak Liar Process, Wine, dan Natural Process.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense