RM.id Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat, termasuk generasi muda, terutama gen Z (tahun kelahiran 1997-2012) agar tidak mudah terjebak tawaran menambah utang lewat pinjaman online (pinjol) legal, apalagi ilegal.
“Ada fenomena menarik. Ternyata kelompok anak muda yang lebih besar pasak dari pada tiang meningkat. Karena saat gen Z mendominasi populasi Indonesia sebesar 27,94 persen,” ucap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara LIKE IT! (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan) bertajuk ‘Gencarkan Investasi Bagi Generasi Muda Menuju Indonesia Maju,’ di Pentacity and E-wall Mall Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (5/10/2024).
Friderica bahkan menyebut, tren utang membawa generasi Z masuk dalam risiko over-indebtedness atau utang berlebihan yang ditimbulkan dari aplikasi pinjol, membuat anak muda terancam terjerumus ke jurang kemiskinan.
“Hal ini juga menjadi bahasan dalam forum internasional seperti Economic Co-operation and Development (OECD), termasuk paylater masuk dalam risiko over-indebtednes," ujar Friderica.
Untuk itu, OJK gencar melakukan inklusi keuangan yang bertanggung jawab, bukan hanya sekadar kepada inklusi.
Baca juga : Jokowi: Jangan Sampai Ada Riak Yang Ganggu Keamanan Negara
“Artinya, anak-anak muda yang tidak punya penghasilan jangan dipaksa spending (ambil pinjaman),” imbaunya.
Apalagi fenomena You Only Live Once (YOLO), Fear of Missing Out (FOMO), Fear of Others People Opinions (FOPO) membuat banyak orang nekat mengambil cicilan untuk memenuhi keinginan konsumtif. Mulai dari jalan-jalan, belanja hingga menonton konser.
Diakui Friderica, banyak orang kesulitan di zaman sekarang ini, ditambah juga maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pinjaman semakin diminati karena solusi jangka pendek.
“Harusnya, kalau belum punya penghasilan, utangnya akan menggunung. Itu yang membuat OJK khawatir. Untuk itu OJK banyak melakukan edukasi ke masyarakat terutama anak muda yang korbannya banyak sekali,” ujarnya.
Yang terjadi, fenomena yang ada dari data pinjaman dari P2P (Peer to Peer) lending, yang meningkat justru pinjaman non-produktif. OJK mendorong justru lebih banyak pinjaman yang produktif.
Baca juga : YBI Bikin Gen Z Bangga Berbatik
Harus dicermati jangan semkain banyak masyarakat yang terjerat. Kalau kesulitan bayar legal, bisa ajukan restrukturisasi, misalnya keringanan bayar bunganya atau menunda bunga. Namun itu kesepakatan putusan antara konsumen dan penyelenggara.
“Tapi yang ngeri ini (pinjol) ilegal. Mereka dari cara nagihnya sadis, dengan mempermalukan banyak sekali sepeti ini. Makanya edukasi terus menerus tak boleh berhenti,” ucapnya.
Friderica juga mengingatkan, bahwa semua transaksi keuangan yang dilakukan akan tercatat dalam SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), yang merupakan sistem informasi keuangan debitur atau biasa juga disebut ‘iDeb.
Terdapat riwayat kelancaran kredit dan atau pembiayaan debitur. Bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan layanan informasi di bidang keuangan.
“SLIK akan terhubung, misalnya anak muda cari kerja akan dilihat data SLIK nya. Kalau data SLIK nya saja sudah tercemar gara-gara utang pinjol akan menjadi catatan. Maka harus dijaga dari sekarang untuk ke depannya, supaya SLIK tetap baik,” tuturnya.
Baca juga : Aksi Pembubaran Diskusi Jangan Sampai Terjadi Lagi
Mudahnya generasi saat ini mengakses layanan digital teknologi hanya melalui handphone, menjadikan generasi Z ini gampang terjerumus.
Di kesempatan yang sama, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kalut) Parjiman menuturkan, LIKE IT! merupakan sinergi OJK bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Diharapkan keempat lembaga ini melakukan pendalaman pasar keuangan yang leih baik, mendukung pembiayaan nasional.
“LIKE IT! pertama dilaksanakan 2021, berangsung setiap tahunnya bergilir antar lembaga,” ujarnya.
Parjiman berharap, kolaborasi semakin kokoh mewujudkan keuangan Indonesia semakin inkusif dan mendorong literasi, serta peningkatan ekonomi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.