RM.id Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) turut serta dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (9/10/2024).
Acara ini dihadiri oleh berbagai buyer dan perwakilan negara penempatan. Hal ini membuka peluang BP2MI untuk memperkuat kerja sama dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.
Sekretaris Utama (Sestama) BP2MI, Rinardi, menegaskan pentingnya kehadiran BP2MI dalam ajang tahunan ini.
"Trade Expo ini adalah ajang bagi kita untuk bertemu dengan buyer dan perwakilan negara penempatan. Selain itu, kami juga mendorong produk UMKM yang dihasilkan oleh PMI purna untuk menembus pasar internasional," kata Rinardi.
Baca juga : Gelar Workshop ELEVATE, BPOM Tingkatkan Pengawasan Produk Terapi Medis Modern
Menurut Rinardi, keikutsertaan BP2MI dalam acara ini bertujuan untuk memfasilitasi sinergi antara PMI, Pemerintah, dan sektor swasta.
Dukungan dari Pemerintah, termasuk melalui skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), dinilai penting untuk memperkuat sektor ini.
Lebih lanjut, Rinardi menambahkan bahwa ajang TEI juga dimanfaatkan untuk mempertemukan calon pekerja dengan majikan dari negara penempatan.
"Majikan dari berbagai sektor, seperti manufaktur, konstruksi, dan kesehatan, dapat melihat langsung bagaimana BP2MI mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai standar mereka," ungkapnya.
Baca juga : Sejaterakan Petani, Cokelatin Indonesia Ambil Peluang Produksi Cokelat Premium
Selain penempatan PMI, BP2MI juga memberikan perhatian khusus kepada PMI purna yang kembali ke Tanah Air untuk memulai usaha sendiri.
Di Trade Expo, BP2MI menampilkan booth yang menyoroti keberhasilan PMI purna dalam memanfaatkan penghasilannya untuk wirausaha di Indonesia.
"Ini adalah salah satu contoh bagaimana PMI yang sudah pulang bisa memanfaatkan penghasilan mereka untuk usaha produktif di tanah air, sehingga mereka tidak perlu kembali bekerja ke luar negeri," jelas Rinardi.
BP2MI juga menargetkan pembukaan peluang kerja di 11 negara. Antara lain Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jepang, Kuwait, Arab Saudi, dan Jerman.
Baca juga : Tangkal Pinjol & Judol, BSI Siapkan Produk Khusus Nasabah Ibu-ibu
"Kami sudah menyampaikan laporan kepada Sekretariat Kabinet bahwa ada 11 negara yang siap kami ajukan untuk penempatan PMI secara bertahap tahun depan," ujar Rinardi.
Dia menegaskan bahwa skema penempatan harus seimbang antara supply dan demand. Sehingga tidak ada kekosongan dalam penempatan tenaga kerja di negara-negara tersebut.
"Kami tidak hanya menargetkan sektor kesehatan, tetapi juga sektor lain seperti manufaktur dan konstruksi," tutupnya.
Dengan partisipasi aktif BP2MI dalam Trade Expo Indonesia 2024, diharapkan semakin banyak peluang kerja bagi PMI. Juga, kesempatan bagi PMI purna untuk memasarkan produk-produk UMKM mereka di pasar internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.