RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati 50 tahun kehadirannya di Indonesia dan mendukung Pemerintah mencapai target bebas emisi, Toyota Indonesia berkolaborasi dengan akademisi.
Kolaborasi dilakukan dengan menyelenggarakan rangkaian seminar nasional bertajuk “100 Years of Indonesia Automotive Industry, Realizing Indonesia Net-Zero Emission.”
Sejak 25 Mei 2022, sudah ada enam seminar yang digelar di berbagai universitas terkemuka, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Udayana, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Sebelas Maret, dan Universitas Gadjah Mada. Seminar ketujuh dijadwalkan berlangsung di Universitas Indonesia pada 30 Oktober 2024.
Baca juga : Kembangkan Hilux Rangga, Toyota Gaet 70 Karoseri
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menjelaskan, seminar nasional ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri otomotif untuk mempercepat transisi Indonesia menuju era energi baru terbarukan.
“Kami percaya sinergi ‘Triple Helix’ antara pemerintah, akademisi, dan industri otomotif sangat penting untuk mendukung ekosistem hijau dan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Bob di Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Bob juga menambahkan, melalui transformasi industri otomotif, Toyota Indonesia mengusung pendekatan multi-pathway, yakni sinergi antara berbagai teknologi kendaraan elektrifikasi dan penggunaan energi rendah emisi, seperti biofuel dan hidrogen. “Transisi energi ini tidak hanya mendukung ketersediaan energi, tetapi juga memastikan lingkungan yang lebih hijau untuk generasi mendatang,” katanya.
Baca juga : Berikut Daftar Lengkap Harga Toyota Rangga
Toyota Indonesia terus berkomitmen untuk mengembangkan kendaraan rendah emisi, termasuk LCGC, flexy engine, HEV, PHEV, BEV, dan FCEV. Bob menekankan, pentingnya memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam proses elektrifikasi ini, dan semua teknologi mobilitas memiliki peran yang berbeda untuk mencapai tujuan nasional.
“Setiap lapisan masyarakat, terutama generasi muda, bisa berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi. Dengan beragam pilihan teknologi kendaraan yang tersedia, kita dapat mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan rendah emisi dari hulu hingga hilir,” pungkas Bob.
Bob berharap, langkah ini dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan hub ekspor kendaraan berdaya saing tinggi, serta membantu pengembangan rantai pasok dan industri kecil menengah (IKM) lokal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.