BREAKING NEWS
 

Riset Salesforce Ungkap AI Generatif Jadi Prioritas Utama Bisnis Di Indonesia

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 31 Oktober 2024 07:01 WIB
Ilustrasi AI. (Foto: Antara/Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Riset terbaru dari Salesforce menunjukkan bahwa AI generatif kini menjadi salah satu dari tiga prioritas bisnis utama bagi 82 persen eksekutif atau C-Suite di perusahaan Indonesia. 

Berdasarkan survei terhadap 207 pemimpin perusahaan besar di Indonesia, 50 persen menyatakan mereka telah memiliki strategi AI generatif yang jelas. Sementara 42 persen lainnya tengah merencanakan strategi AI generatif untuk bisnis mereka.

Hal ini mencerminkan ambisi perusahaan untuk tetap unggul di era transformasi digital, dengan mempercepat adopsi teknologi AI yang diprediksi akan mendominasi.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa perusahaan yang belum menerapkan AI berisiko tertinggal dalam persaingan bisnis. Perkembangan teknologi AI yang cepat, termasuk chatbot dan sistem otonom, menjadi tanda pergeseran ke arah “agentic systems” yang lebih mandiri.

Baca juga : Jasa Raharja Ungkap Risiko Besar Budaya Transportasi Masyarakat Indonesia

Bahkan, seluruh pemimpin C-Suite di Indonesia memprediksi bahwa dalam tiga tahun mendatang, AI akan dapat menangani satu dari tiga tugas utama, seperti penulisan, penyempurnaan tulisan, hingga menyelesaikan masalah TI karyawan sehari-hari.

Para pemimpin bisnis menyebutkan beberapa faktor utama yang mendorong adopsi AI generatif, termasuk: peningkatan pengalaman pelanggan dan karyawan (49 persen), harapan pelanggan untuk layanan yang cepat dan personal (46 persen), serta kebutuhan karyawan akan tools AI generatif (42 persen).

Optimisme ini juga diwujudkan melalui kepemimpinan yang kuat. Sebanyak 25 persen responden menyatakan bahwa CEO memiliki peran paling besar dalam keberhasilan adopsi AI generatif, diikuti oleh CIO/CTO (23 persen) dan kepala departemen lainnya (17 persen).

Adsense

Namun, masih ada tantangan dalam adopsi AI generatif, di mana 93 persen pemimpin C-Suite menyebutkan hambatan seperti aksesibilitas data (36 persen), pemanfaatan data yang terbatas untuk melatih AI (30 persen), output yang kurang akurat (30 persen), dan biaya implementasi yang tinggi (29 persen).

Baca juga : Wamentan Sudaryono Ungkap Pentingnya Cetak Sawah 3 Juta Hektar Di Indonesia

Untuk mengatasi tantangan ini, Salesforce telah memperkenalkan Agentforce, agen AI mandiri yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan pengalaman pelanggan. Agentforce, yang didukung oleh platform Data Cloud Salesforce, mampu menganalisis data, membuat keputusan mandiri, dan melaksanakan tugas-tugas operasional secara efektif.

Iman Muhammad, Country Leader Salesforce Indonesia menekankan, pentingnya unifikasi data untuk memaksimalkan potensi AI generatif. Data adalah fondasi yang memungkinkan AI generatif bekerja secara maksimal. Dalam setiap diskusi dengan para pimpinan, pihaknya  menyimpulkan bahwa data harus tersedia dalam satu tempat untuk meningkatkan akurasi dan manfaat dari AI.“Tanpa data yang terintegrasi dengan baik, upaya apa pun dalam penerapan AI generatif tidak akan optimal,” tambahnya.

Menurut Iman, inovasi zero copy dari Salesforce kini memungkinkan integrasi data tanpa perpindahan, menjadikan kolaborasi antara agen AI, manusia, dan teknologi sebagai kunci keberhasilan perusahaan.

“Inisiatif-inisiatif mutakhir seperti ini membuat organisasi mampu membangun ekosistem yang menggabungkan kemampuan manusia dan AI secara efektif untuk hasil yang maksimal,” tambahnya.

Baca juga : Operasi Telerobotika Pertama Sukses, Dokter Indonesia Hebat

Lebih lanjut, Iman menambahkan, keamanan data menjadi prioritas utama bagi Salesforce dalam menghadirkan AI generatif. Keamanan data pelanggan adalah hal yang tidak dapat ditawar. 

“Kami membangun Einstein Trust Layer untuk memastikan pelanggan mendapatkan manfaat dari AI generatif tanpa mengkompromikan keamanan dan privasi data mereka,” ungkapnya. “Kepercayaan adalah fondasi dari setiap inovasi kami di Salesforce,” tambahnya.

Riset ini dilakukan oleh Salesforce bekerja sama dengan YouGov pada 22-24 Juli 2024, melibatkan 207 pemimpin perusahaan besar dengan karyawan lebih dari 250 orang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense