RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI berkolaborasi dengan PT Jamkrida DKI Jakarta dan PT Jamkrida Jawa Barat, untuk penjaminan pembiayaan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) .
Kerja sama tersebut dalam rangka memperkuat dukungan kepada segmen untuk tumbuh secara sustain dan sehat.
“Dukungan ini diimplementasikan lewat berbagai langkah strategis mulai dari kemudahan akses pembiayaan syariah, pendampingan usaha, juga pelatihan peningkatan kompetensi agar usaha yang dijalankan terus berkembang,” jelas Direktur Retail Banking BSI Harry Gusti Utama, di Jakarta, Jumat (1/11/2024).
Harry mengatakan, BSI yakin dan optimis bahwa segmen UMKM akan tumbuh pesat dengan pemilihan bisnis yang tepat, business process yang baik. Serta, dukungan sinergi yang baik antara lembaga-lembaga keuangan yang memfasilitasi akses permodalan.
Baca juga : Garuda Gandeng The Sanur, Perkuat Pengembangan Medical Tourism Di Sanur
Menurut Harry, saat ini masih banyak UMKM yang belum bankable baik dari sisi finansial dan cashflow management, juga belum memiliki kelayakan dari sisi aset dan kecukupan modal untuk akses permodalan ke bank.
“Untuk itu BSI dan Jamkrida DKI Jakarta dan Jawa Barat berkolaborasi untuk memperkuat inklusi perbankan syariah bagi UMKM,” kata Gusti.
Lingkup kerja sama antara BSI dengan Jamkrida DKI Jakarta dan Jamkrida Jawa Barat terutama diarahkan bagi sektor UMKM di bidang usaha proyek Pemerintah. Termasuk untuk proses pembangunan infrastruktur, proyek yang bersumber dari APBN/SBSN, maupun perusahaan BUMN/Swasta Bonafid.
Harry berharap, adanya kerja sama ini akan menjadi gate awal kemudahan akses permodalan bagi para pengusaha UMKM melalui skema pembiayaan penjaminan.
Baca juga : DKI Siap Perkuat Sinergi Dengan Daerah Tetangga
“BSI dan Jamkrida DKI Jakarta dan Jamkrida Jawa Barat yang memberikan relaksasi penjaminan fix asset,” ucapnya.
Gusti menambahkan, bahwa segmen UMKM menjadi salah satu fokus utama pengembangan yang dilakukan oleh BSI.
Tercatat hingga September 2024, pembiayaan small medium enterprise (SME) di BSI mencapai Rp 20,45 triliun dengan jumlah nasabah UMKM mencapai lebih dari 16 ribu nasabah.
Hal itu menunjukkan bahwa preference segmen UMKM terhadap pembiayaan syariah terus meningkat.
Baca juga : Bos BI Tekankan ISEF Adalah Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia
BSI menyediakan layanan SME dan UMKM yang komprehensif dari hulu hingga hilir. Mulai dari pembiayaan, sampai proses pendampingan dan konsultasi usaha hingga usaha tersebut naik kelas.
Harry menekankan, kerja sama antara BSI dan Jamkrida DKI Jakarta dan Jawa Barat ini sekaligus menandai sinergi di antara lembaga keuangan.
“Untuk senantiasa solid dalam mendukung segmen SME dan UMK, agar terus berkembang melalui skema pendanaan yang aman dan sesuai syariah,” ujar Harry.
Jamkrida selama ini berperan dalam memfasilitasi penjaminan pembiayaan kepada nasabah/UMKM untuk pembiayaan-pembiayaan tertentu, sebagai bentuk relaksasi produk perbankan untuk lebih memudahkan dalam pemberian akses permodalan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.