BREAKING NEWS
 

Industri Tekstil Perkuat Pasar Ekspor ke Korea Selatan

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 16 November 2024 19:00 WIB
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional untuk meningkatkan daya saing, terutama di tengah tantangan seperti membanjirnya produk impor ilegal. Salah satu fokus utama adalah penerapan prinsip keberlanjutan yang relevan dengan tren manufaktur ramah lingkungan saat ini.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi menjelaskan, penerapan keberlanjutan dalam industri TPT akan mendukung ekonomi sirkular dan inovasi. “Industri TPT dapat menggali potensi dari desain, spesifikasi produk, hingga standar industri yang mendukung keberlanjutan,” katanya di Jakarta, Sabtu (16/11/2024).

Baca juga : Cuaca Hari Ini Di Bekasi Apakah Hujan atau Panas? Cek Info BMKG, Selasa (5/11)

Standar industri hijau yang diterapkan Kemenperin mencakup pembinaan terkait pemilihan bahan baku, efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Langkah ini selaras dengan upaya pengembangan pasar ekspor ke negara-negara potensial, termasuk Korea Selatan, yang menjadi tujuan ekspor terbesar ketiga untuk TPT Indonesia setelah Amerika Serikat dan Jepang.

Adsense

Pada 2023, nilai ekspor TPT Indonesia ke Korea Selatan mencapai 492,77 juta dolar AS, dengan pangsa pasar 4,24 persen. “Potensi ini perlu disambut positif oleh pelaku industri, terutama dengan mengembangkan produk lokal yang sesuai permintaan buyer internasional,” ujar Andi.

Baca juga : Industri Sambut Baik Pemerintahan Prabowo, IKI Oktober Ekspansi

Sebagai bagian dari strategi penguatan daya saing, BBSPJI Tekstil Bandung, salah satu unit di bawah BSKJI, telah menjalin kerja sama dengan Korea Institute of Industrial Technology (KITECH). Kolaborasi ini mencakup transfer teknologi, pengembangan infrastruktur mutu, hingga pelaksanaan seminar internasional bertajuk Sustainable Textile for Environmental, Social, and Governance (ESG) Implementation.

Kerja sama teknis ini bertujuan meningkatkan kemampuan industri TPT dalam memenuhi standar global. “Kami terus melengkapi infrastruktur mutu agar pengujian produk dapat dilakukan di dalam negeri,” ujar Kepala BBSPJI Tekstil Bandung, Cahyadi.

Baca juga : Wulan Guritno, Rela Beradegan Panas Demi Selamatkan Anak

Dengan proyeksi pertumbuhan pasar TPT global sebesar 3,17 persen per tahun hingga 2028, Kemenperin optimis industri TPT Indonesia mampu memperluas pangsa pasar ekspor dan memanfaatkan peluang yang ada. Dukungan infrastruktur dan kolaborasi internasional diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense