RM.id Rakyat Merdeka - Industri kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) tengah mengalami peningkatan yang sangat signifikan di berbagai negara.
Namun, tentu ada risiko yang mengintai. Salah satunya, risiko kebakaran dari sumber energi EV yang berasal dari baterai Lithium.
EV yang terbakar sangat sulit dipadamkan. Hal ini disebabkan karakteristik Lithium yang berbeda dari material pada jenis baterai lainnya apabila terjadi kebakaran.
Baterai Lithium tidak memerlukan oksigen untuk bisa terbakar. Suhu apinya pun sangat tinggi, mulai dari sekitar 1.000°C dan dapat terus meningkat hingga mencapai lebih dari 2.000°C.
Sementara pemadam api atau APAR konvensional, hanya efektif untuk api dengan suhu maksimal 700°C.
Hal itu mendorong PT Hartindo Chemicatama Industri menciptakan Hartindo AF31 Lithium Fire Killer atau yang kini terkenal dengan sebutan APAR LFK itu.
PT Hartindo Chemicatama Industri menunjuk PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST) untuk melakukan pemasaran dan penjualan secara tunggal ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kami berusaha menemukan inovasi terbaik untuk memitigasi kemungkinan terjadinya kebakaran, yang ditimbulkan oleh api litium, zat yang umum menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik," jelas CEO FAST Willy Hadiwijaya, di Jakarta, dikutip Sabtu (30/11/2024).
Baca juga : Mudahkan Wisatawan, KAI Logistik Hadirkan 183 Service Point
Alat ini dikembangkan ilmuwan bernama Randall Harto Laksono alias Randall Hart, yang juga merupakan pemilik PT Hartindo Chemicatama Industri.
APAR berbahan dasar air dengan campuran kimia khusus, telah dipatenkan secara internasional.
Hartindo AF31 LFK juga telah memiliki berbagai sertifikasi dari lembaga pengujian internasional.
Di antaranya, Department of Transportation USA (Kementerian Perhubungan Amerika Serikat), UL Green Guard, Eurofins, SGS dan masih banyak lainnya.
APAR ini diciptakan menggunakan material food grade, sehingga dapat dengan mudah lulus pengujian aquatic test. Dinyatakan aman bila terkena kulit, mata, atau bahkan jika tertelan.
Hartindo AF 31 LFK juga memiliki nilai TKDN (Total Komponen Dalam Negeri) yang tergolong tinggi yaitu di 49,41 persen.
Hartindo AF31 LFK merupakan salah satu alat yang digunakan dalam tiga konsep yang diusung PT FAST dalam menjalankan bisnis fire safety solutions.
Hartindo AF31 LFK menjadi solusi di konsep Protective, yakni ketika untuk memadamkan api di baterai Lithium dengan cepat, tanpa ada risiko penyalaan ulang atau reignition.
Baca juga : Ekonom: Pendanaan Penting bagi Pertamina untuk Jamin Ketahanan Energi Nasional
Sebagai pelengkap Protective, PT FAST bekerja sama dengan Pindad Engineering Indonesia membuat produk dengan merek USS atau Undercarriage Suppression System.
USS adalah perangkat pemadam api portabel yang dirancang khusus untuk mengatasi kebakaran pada mobil listrik, dengan posisi baterai yang biasanya berada di bagian bawah atau kolong kendaraan.
Dengan dilengkapi nozzle bertekanan tinggi, USS mampu menjangkau titik api yang sulit dijangkau oleh APAR berbentuk tabung konvensional.
Dengan penempatannya di kolong kendaraan, USS tidak hanya efektif menjangkau baterai, tetapi juga memberikan pendinginan suhu yang lebih efisien untuk menjaga struktur bangunan di sekitar area kebakaran.
“Sehingga meminimalkan risiko kerusakan yang lebih luas,” tuturnya.
Di konsep Predictive, PT FAST memiliki BALLISTIC (Battery Life Alert Diagnostic), yang merupakan ciptaan PT. Nusantara Karya Reksa Internasional (NKRI).
BALLISTIC merupakan modul dengan fitur AI & IoT yang mampu membaca anomali dan merangkum data parameter pada baterai.
Selanjutnya modul tersebut akan memberikan peringatan dini apabila terdeteksi anomali yang berbeda dari kebiasaan/karakter baterai tersebut.
Baca juga : Sultan: Lulusan Lembaga Pendidikan Pertanian Prioritas Brigade Pangan Kementan
Untuk diketahui, BMS pada EV secara umum tidak memiliki kemampuan untuk membaca anomali dan memberikan peringatan dini sebelum baterai terbakar.
Kemudian, untuk Preventive, PT FAST menyediakan Power Tech Shield, selimut anti api khusus dengan military spec yang memiliki kemampuan menahan api hingga 1.600°C.
Selain itu, PT. FAST memiliki produk G-TECH, APAR yang mampu memadamkan api secara mandiri tanpa harus ada operator untuk menembakkannya.
Produk ini berupa cairan kental menyerupai gel yang penggunaannya cukup diletakkan dalam kompartemen baterai.
Apabila baterai terjadi penyalaan api dan suhu melonjak sampai melampaui 120°C, maka lapisan kemasan gel akan pecah dan membanjiri baterai.
Dengan demikian maka api dapat padam secara mandiri tanpa perlu adanya intervensi manual dari manusia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.