Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ekonom: Pendanaan Penting bagi Pertamina untuk Jamin Ketahanan Energi Nasional
Rabu, 27 November 2024 17:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom senior Ryan Kiryanto menilai, pendanaan atau investasi untuk perusahaan migas sekelas Pertamina merupakan hal yang penting dalam kerangka pengembangan bisnis. Sebab, dengan investasi itu, Pertamina berkembang menjadi besar.
Apalagi, dalam pendanaan atau investasi tersebut, Pertamina tetap berdasarkan pada prinsip good corporate governance (GCG) dan standar praktis yang berlaku.
”Kebutuhan investasi tiap tahun itu penting dalam kerangka pengembangan bisnis atau business growth untuk peningkatan kinerja. Itu dogmanya. Jadi kalau Pertamina menuju ke sana, itu betul. Apalagi Pertamina menjalankan dengan GCG, itu sudah given. Mutlak,” kata Ryan, Rabu (27/11/2024).
Yang penting, imbuh Ryan, tujuan pengembangan investasi sesuai dengan kebutuhan. Seperti, membeli mesin produksi baru, dan lain-lain, yang hasilnya akan dituai di tahun-tahun berikutnya.
Ini bisa dilihat dari pertumbuhan nilai bisnis, peningkatan omzet serta nilai aset.
Karena itu, menurut Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) tersebut, jika Pertamina memiliki rencana investasi, maka BUMN tersebut sedang mengarah menjadi lebih baik.
Baca juga : Wujudkan 1 Data Naskah Nusantara, Perpusnas Jalin Kerja Sama dengan Universitas London
Sebaliknya, jika ada BUMN yang tidak pernah investasi, atau investasinya lebih kecil, justru salah.
"Bukannya mau maju, tapi mundur. Di saat berbagai perusahaan agresif belanja investasi, lha ini kok malah pelit. Bahaya itu,” ingatnya.
Ryan juga menegaskan, investasi tidak bisa dimaknai hanya sebagai utang semata jika dikelola untuk menghasilkan pertumbuhan bisnis dan profit.
Sebab, dengan investasi, akan searah dengan peningkatan produktivitas, mempermudah cara kerja dan ujungnya adalah profit.
“Uang yang dibelanjakan untuk investasi mesin-mesin itu, akan kembali tiap tahun dan meningkat gitu,” tuturnya.
Apalagi, kata Ryan, selama ini Pertamina selalu memberi kontribusi yang sangat besar kepada negara. Pada 2023 saja misalnya, BUMN ini mampu menyumbang bagi penerimaan negara yang mencapai Rp 304,7 triliun.
Baca juga : Temui Menhan, Menhub Bahas Pengembangan Infrastruktur Pertahanan Nasional
Bahkan, melalui pendanaan tersebut Pertamina mampu untuk terus bertumbuh.
Hal ini tercermin dari peningkatan nilai aset perusahaan yang meningkat dari USD 51,2 miliar di tahun 2017 menjadi USD 91,1 miliar di tahun 2023, atau naik sekitar USD 39,9 miliar.
Selama periode yang sama, Pertamina juga mampu meningkatkan pendapatan usaha dari USD 42,9 miliar pada tahun 2017 menjadi USD 75,8 miliar, atau meningkat 76.7 persen.
”Ini kan menunjukkan bahwa sudah berjalan dengan baik. Kan itu alat ukurnya. Misalnya begini, dalam tempo 10 tahun investasi tersebut sudah berlipat-lipat hasilnya. Itulah hasilnya, itulah yang disebut good investment," jelas Ryan.
"Prinsipnya gini, Pertamina keluar Rp 1 tetapi dapatnya Rp 3. Itu matematikanya gitu. Itu namanya good investment,” sambung dia.
Sebaliknya, jika kita investasinya Rp 3 tetapi hanya menghasilkan Rp 1, Ryan menyebutnya sebagai bad investment.
Baca juga : Kapolri Dan Panglima TNI Tinjau Program Ketahanan Pangan Di Jateng
”Dan yang dilakukan Pertamina jelas good investment,” tegas Ryan.
Maka, penting melakukan GCG dalam menerima dan mengelola investasi dan sebelum memutuskan sudah memiliki kajian dan riset yang baik sehingga bisa menghasilkan good investment.
Apalagi, kata dia, Pertamina saat ini juga diminta mendukung target pemerintah mencapai net zero emission (NZE) yang harus dipercepat.
Sehingga membutuhkan investasi untuk mengadakan energi baru terbarukan dan mengakhiri penggunaan energi fosil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya