RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah berencana mempermudah perizinan pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) demi meningkatkan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.
Langkah ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, saat meninjau penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBUN 68.76103, Manggar Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM nelayan terpenuhi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Selain itu, Bahlil juga mendengarkan aspirasi nelayan yang mengharapkan tambahan kuota BBM untuk aktivitas melaut.
“Ada permohonan dari para nelayan agar birokrasi pengajuan pendirian SPBU dipersingkat. Saya memahami perasaan mereka, karena keluarga saya juga berasal dari kalangan nelayan,” ujar Bahlil, Kamis (26/12/2024).
Dia menegaskan, keberadaan SPBUN tidak hanya memperkuat akses energi, tetapi juga mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan.
Menurut Bahlil, SPBUNmemberikan manfaat langsung bagi nelayan dan menjadi bukti komitmen Pemerintah mendukung mereka.
Baca juga : Hore, 105.225 KJP Yang Dicabut Bakal Dipulihkan
Anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Bersatu Erwan mengapresiasi keberadaan SPBUN yang sangat membantu akses BBM bagi nelayan.
“Tapi kami berharap kuota BBM ditambah supaya bisa melaut dua kali sebulan,” harap Erwan.
Erwan juga mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan BBM, nelayan terkadang membeli dari sesama nelayan yang tidak melaut dengan harga yang sama seperti di SPBUN.
“Ini kami lakukan agar tetap bisa melaut dan mendapatkan hasil lebih baik,” ucapnya.
SPBUN merupakan inisiatif Pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM bagi nelayan. Hingga kini, sudah ada 415 SPBUN yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, penyaluran BBM jenis Solar di SPBUN 68.76103 Balikpapan hingga November 2024 mencapai 895 kiloliter, atau 91,42 persen dari total kuota sebesar 979 kiloliter.
Baca juga : Arsenal Vs Ipswich Town, Meriam London Incar Posisi Kedua
Angka ini menunjukkan keseriusan Pemerintah memenuhi kebutuhan energi bagi nelayan.
Langkah percepatan pendirian SPBUN juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita.
Sementara, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan ketersediaan energi, termasuk BBM dan LPGdi Sumatera Utara jelang Nataru.
Yuliot ikut memantau infrastruktur energi di Medan, termasuk SPPBE Agung Sarana Terminal dan Integrated Terminal Medan Group, Senin (23/12/2024).
“Alhamdulillah, dari pengecekan lapangan, ketersediaan BBM dan LPG aman untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2025,” ujar Yuliot.
Menurutnya, Pemerintah telah meminta PT Pertamina (Persero) mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah cuaca ekstrem.
Baca juga : Lanjutan Liga Basket Amerika, Sixers Sikat Juara Bertahan
“Kami juga siaga menghadapi kemungkinan bencana geologi, seperti banjir, pergeseran tanah, hingga letusan gunung,” katanya.
Pertamina telah menambah stok BBM di seluruh stasiun pengisian untuk mengantisipasi peningkatan permintaan. Permintaan BBM jenis tertentu meningkat rata-rata 5 persen, sedangkan Pertamina Dex naik hingga 15 persen.
Upaya ini dilakukan agar distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 27 Desember 2024 dengan judul "Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Pemerintah Permudah Izin Pendirian SPBUN"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.