RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong kenaikan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk produksi alat kesehatan (alkes). Upaya ini dilakukan agar produk dalam negeri bisa bersaing dan menjadi pilihan utama di rumah sakit seluruh Indonesia.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, kondisi seperti pandemi Covid-19 tidak boleh terulang. Pada masa itu, hampir 90 persen alkes yang digunakan di dalam negeri didominasi produk impor.
“Saya ingat betul, saat Covid-19, parasetamol hingga masker semuanya impor. Bahan bakunya impor, produk jadinya juga impor. Sangat menyedihkan,” kata Luhut saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Ke-3 Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (APAKSI) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Baca juga : UMKM Butuh Pelatihan Skill Pemasaran Digital
Dalam kesempatan itu, Luhut juga menyampaikan kabar baik bahwa TKDN di industri kesehatan kini telah meningkat pesat, yakni 48 persen.
“Kita ingin agar produk kesehatan dalam negeri, mulai dari farmasi hingga alkes, didominasi produk lokal dengan bahan baku lokal. Sekarang, jarum suntik sudah diproduksi lokal. Kita bisa mengolah stainless steel berkat hilirisasi. Bahkan alat x-ray juga sudah bisa diproduksi dalam negeri,” jelas Luhut.
Menurutnya, peningkatan TKDN di industri kesehatan juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Baca juga : Setan Merah Incar Kursi Empat Besar
Karena itu, dia mendorong produsen alkes lokal masuk e-katalog agar produknya dapat menjadi pilihan utama di rumah sakit seluruh Indonesia.
“Kami akan mendukung produk lokal. Untuk produk impor, tinggal kita naikkan tarif masuknya. Dengan begitu, produk dalam negeri bisa bersaing dan terlindungi,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rizka Andalusia mengatakan, peningkatan TKDN di industri kesehatan terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.